Surabaya (beritajatim.com) – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi memutus kerja sama dengan Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Pengumuman pemecatan pelatih asal Belanda itu disampaikan secara terbuka melalui unggahan di akun Instagram resmi PSSI pada Kamis (16/10/2025) siang.
Dalam unggahan tersebut, PSSI menyebut kerja sama dengan Kluivert berakhir setelah 12 bulan kebersamaan. “Setelah bekerja bersama-sama secara intensif selama 12 bulan, PSSI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada coach Patrick dan para stafnya atas dedikasi serta kontribusi mereka bagi sepak bola Indonesia. Setelah melalui diskusi terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini,” tulis pernyataan resmi PSSI.
Namun, keputusan yang diumumkan lewat media sosial tanpa konferensi pers menuai sorotan dari kalangan suporter. Mereka menilai, baik PSSI maupun Kluivert seharusnya memberikan keterangan langsung kepada publik, sebagaimana saat pelatih itu pertama kali diperkenalkan ke masyarakat.
Ulum Syaiful (35), suporter asal Surabaya, menilai pemecatan tersebut terlalu tergesa tanpa penghormatan simbolis kepada publik sepak bola nasional.
“Seharusnya Patrick konferensi pers sama seperti waktu awal dia diperkenalkan, dan meminta maaf, bukan langsung dirilis di akun sosmed. Kurang elok,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).
Pendapat senada diungkapkan Lukman Hakim, salah satu anggota Ultras asal Surabaya. Ia menyesalkan langkah PSSI yang hanya mengumumkan pemecatan lewat unggahan daring tanpa penjelasan lebih mendalam.
“Semua tentu kecewa. Seharusnya ketua PSSI memberikan komentar atau setidaknya pelatih menggelar konferensi pers soal statusnya,” tegasnya.
Meski kecewa dengan cara penyampaian keputusan tersebut, para suporter berharap Timnas Indonesia segera menemukan pelatih baru yang lebih berkomitmen dan memahami karakter pemain nasional. “Semoga bisa mendapat pelatih yang setulus hati bisa membawa Indonesia lebih baik lagi,” tutup Lukman. [way/beq]






