Lamongan (beritajatim.com) – PT PLN (Persero) melakukan peninjauan lapangan di jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Paciran, Kabupaten Lamongan, untuk memastikan keandalan sistem transmisi dan keselamatan ketenagalistrikan.
Peninjauan ini melibatkan Divisi Keamanan dan Lingkungan PLN Pusat, PLN Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), serta didampingi aparat Polres Gresik. Kegiatan difokuskan pada evaluasi kondisi infrastruktur dan identifikasi potensi risiko di sekitar area jalur transmisi.
Senior Officer PLN UPT Madiun, Dino Ari Setiabudi, menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penopang utama pertumbuhan ekonomi. Karena itu, keandalan sistem dan keamanan aset transmisi harus dijaga secara konsisten.
Dalam peninjauan tersebut, PLN juga berkoordinasi dengan pelaku usaha tambang batu kapur di sekitar jalur transmisi. Koordinasi dilakukan untuk memastikan aktivitas tambang tidak memasuki zona aman ketenagalistrikan dan tidak menimbulkan ancaman terhadap pondasi atau struktur tower.
“Kami terus melakukan komunikasi dan pengawasan agar aktivitas penambangan tetap berada pada batas aman dan tidak mengganggu jaringan transmisi maupun keselamatan masyarakat,” ujar Dino, Jumat (10/10/2025).
PLN berpedoman pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2025 tentang Ruang Bebas dan Keselamatan Ketenagalistrikan yang mengatur jarak aman antara infrastruktur listrik dan aktivitas masyarakat.
Hasil kajian teknis dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga menunjukkan bahwa penambangan terlalu dekat dengan pondasi tower berpotensi menimbulkan instabilitas lereng dan risiko kelongsoran.
Melalui langkah ini, PLN menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan sistem kelistrikan, melindungi keselamatan masyarakat, serta mengamankan aset negara.
“PLN juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Gresik dan Lamongan,” pungkas Dino. (fak/kun)






