Sidoarjo (beritajatim.com) – Di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, tragedi runtuhnya bangunan tiga lantai dan musala memicu operasi evakuasi besar-besaran, sejak Sabtu (29/9/2025).
Dalam bencana ini, ambulans memainkan peran krusial sebagai pembawa sinyal harapan dan realitas duka. Selama sembilan hari penuh, puluhan ambulans bersiaga tanpa henti di lokasi.
Setiap jam, pagi sore hingga malam, sirene 36 ambulans lebih terus meraung-raung bergantian, melintasi ruas Jalan RM. Mangun Diprojo, Sidoarjo.
Pekikan sirine itu menjadi tanda pengiring pilu yang tak pernah terlupakan. Laju-laju kendaraan tersebut mengantarkan jasad maupun potongan tubuh korban santri dari reruntuhan bangunan.
Di tengah hiruk pikuk puluhan mobil ambulans yang tak pernah sepi berlalu-lalang, tersembunyi sebuah kisah ketangguhan yang jarang terungkap. Tidak ada yang menyangka, dari sekian banyak pengemudi yang bertugas, terdapat seorang perempuan tangguh yang ikut memikul beban ini.
Ia adalah Amellia (34 tahun), satu-satunya relawan wanita yang menjadi sopir ambulans dalam misi berat tersebut.
“Berjaga di sini 24 jam, tidak pulang, ada yang bawain baju untuk ganti,” ujar Amellia dari balik kemudi ambulans.
Kehadiran Amellia di antara para relawan laki-laki menjadi simbol kekuatan dan dedikasi yang luar biasa. Ia adalah satu-satunya relawan sopir ambulans wanita yang berdiri di garis depan evakuasi, menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan dan keberanian tidak mengenal batasan gender.
“Saat kejadian hari pertama saya nangis. Info awal itu hanya 15 anak, ternyata banyak sekali anak-anak yang lari dengan wajah berdebu, mereka nangis saya ikut nangis,” katanya.
Dengan tangan mantap memegang kemudi, ia memastikan setiap korban yang ditemukan dapat segera dievakuasi, menjadi saksi bisu sekaligus pahlawan tanpa tanda jasa dalam bencana yang memilukan itu.
“Ini panggilan kemanusiaan, kita berangkat, evakuasi, selesaikan misi, lalu pulang. Gak ada gaji, kita relawan,” kata dia.
Amellia menceritakan, bahwa dirinya menekuni menjadi relawan sopir ambulans ini sudah sejak 16 tahun yang lalu. Ia juga tergabung dalam organisasi komunitas Info Lantas Sidoarjo (ILS) mengoperasikan dua mobil ambulans, yang digunakan untuk menjemput setiap kejadian darurat di Kabupaten Sidoarjo.
“Kalau sekarang sudah berpengalaman, jadi saat di jalan menyetir itu santai tidak terburu-buru. Pun juga, pengendara lain pasti mengerti dan langsung membukakan jalan,” ucap dia.
Hari ini Amellia juga masih melanjutkan tugas kemanusiaannya untuk standby di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur, setelah di tutupnya proses pencarian korban Ponpes Al Khoziny hari Selasa (7/10/2025) kemarin. Selanjutnya, ia akan mengantar korban meninggal yang sudah teridentifikasi ke masing-masing rumah duka.
“Ke RS Bhayangkara Polda Jatim, kita istirahat sebentar, terus lanjut lagi,” ungkapnya tegas.
Evakuasi korban runtuhnya bangunan tiga lantai termasuk musala di Asrama Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, akhirnya dinyatakan selesai dan ditutup pada pencarian hari ke-9, Selasa (7/10/2025).
Berdasarkan data Basarnas hari Selasa (9/10/2025), total korban yang berhasil ditemukan berjumlah 171 orang. Rinciannya, 104 orang dalam kondisi selamat dan 67 orang meninggal dunia, di mana delapan di antaranya masih berupa potongan tubuh.
Seperti diketahui, awal mula tragedi runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo hingga menimbulkan puluhan korban meninggal itu terjadi pada Senin (29/9/2025) sore, saat ratusan santri sedang menunaikan salat ashar berjemaah di gedung yang dilaporkan masih dalam tahap pembangunan.
Sementara itu, baru 34 korban santri Ponpes Al Khoziny yang berhasil teridentifikasi identitasnya, sebagai berikut:
1. Maulana Alfan Ibrahimavic, alamat Pabean Cantikan, Surabaya.
2. Muhammad Soleh, alamat Jalan Madura, Kabupaten Bangka Belitung.
3. Muhammad Mashudulhaq, alamat Kalikendang, Dukuh Pakis, Surabaya.
4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, alamat Putat Jaya Sekolahan, Surabaya.
5. M. Agus Ubaidillah, alamat Gresik Gudukan, Krembangan, Surabaya.
6. Firman Noor (16), alamat Tembok Lor III, Surabaya.
7. M Azka Ibadurrahman (13), alamat Jalan Randu Indah, Kenjeran, Surabaya.
8. Daul Milal (18), alamat Sidokapasan, Surabaya.
9. Nurudin (13), alamat Karang Gayam, Blega, Bangkalan.
10. Ahmad Rijalul Haq (16), alamat Jalan Dapuan Baru 1, Surabaya.
11. Moh. Royhan Mustofa (17), alamat Jl. KH Syadhali Makhdi, RT 01, RW 02, Kabupaten Bangkalan.
12. Abdul Fattah (18), alamat Asem Manunggal, Sampang.
13. Wasiur Rohib (17), alamat Jalan Gayungan 8 GG Mawar 14/B Surabaya.
14. Mohammad Aziz Pratama Yudistira (16), alamat Kp. Pulo Kapuk Mekar Mukti Cikarang Utara, Bekasi.
15. Moh. Dafin (13), alamat Jl Banowati Selatan II/20 RT 007, RW001 Bulu Lor, Semarang.
16. M. Ali Rahbini (19), alamat Dsn. Plasah, Birem, Tambelang, Sampang.
17. Sulaiman Hadi (15), alamat Morleke, Kolla Modung, Bangkalan.
18. Muhammad Ahmad Fahmi (15), alamat Kampung Karanganyar RT 004 RW 009, Banyuwajuh, Kamal, Bangkalan.
19. Muhammad Reza Syfai Akbar (14), alamat Brogol Kauman 2-98 RT 003 RW 014, Penelengan, Kota Surabaya.
20. Afifuddin Zarkasi (13), alamat Balongsari Tama 8-A/6 RT 004 RW 005 Balongsari, Tandes, Kota Surabaya.
21. Moh. Rizki Maulana Saputra (16), alamat Wadungasih RT 010 RW 003, Buduran, Sidoarjo.
22. Moh. Ubaidillah (17) dengan alamat Dsn. Garuan, Karpote, Blega, Bangkalan.
23. Virgiawan Narendra Sugiarto (16), alamat Mayong Tengah RT 002 RW 003, Mayong, Karangbinangun, Lamongan.
24. Moch Ali Sirojuddin (13), alamat Dupak Rukun 02/111 RT 012 RW 002, Dupak, Krembangan, Kota Surabaya.
25. Muhammad Azam Habibi (14) alamat Sidotopo Jaya GG Lebar 37 002/012, Sidotopo, Semampir, Surabaya.
26. M Maulidy Hasany Kamil (16), alamat Dsn. Kebun Sari, Karang Gayam, Blega, Bangkalan.
27. Ach Fathoni Abil Falaf (17), alamat Dsn. Sodin RT 002 RW 005., Tagungguh, Tanjung Bumi, Bangkalan.
28. M Azam Alby Alfa Himam (17) alamat Dsn Kebun Sari, Karang Gayam, Blega, Bangkalan.
29. Khoirul Mutaqin (18), alamat Jalan KH Hasyim Asyari GG II RT 001 RW 008, Banjarmlati, Mojoroto, Kota Kediri.
30. Farhan (17), alamat Jalan Kutisari Selatan XV/69 RT 006 RW 003, Kutisari, Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya.
31. Syafiuddin (15), alamat Dusun Burnih Oloh, Pajeruan, Kedungdung, Sampang.
32. Achmad Ghiffary Haekal Nur (17 ), alamat J.A. Suprapto 6-E/15 RT 003 RW 003, Sidokumpul, Gresik.
33. Muhammad Ubay Dillah (15), alamat JL. Swadaya GG Tunas Harapan RT 097 RW 008, Pal Sembilan, Sungai Kakap, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
34. Achmad Alby Fahri (13), alamat Hangtuah 7/20 RT 007 RW 009, Semampir, Kota Surabaya. (rma/ian)






