Surabaya (beritajatim.com) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, menunjukkan komitmen serius dalam dekarbonisasi dengan melampaui target penurunan emisi tahunan. Hingga Agustus 2025, PGN berhasil menekan emisi hingga mencapai 24.861 ton CO₂e, melampaui target komitmen perusahaan hingga 19,7%. Angka ini diproyeksikan terus meningkat hingga akhir tahun.
Pencapaian ini menunjukkan tren peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. Sebelumnya, PGN mencatat penurunan emisi sebesar 598,39 ton CO₂e pada 2023, yang kemudian melonjak drastis menjadi 29.722 ton CO₂e pada tahun 2024.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menyatakan bahwa realisasi yang melampaui target ini membuktikan efektivitas strategi perusahaan dalam mendukung dekarbonisasi Pertamina Group. Strategi tersebut mencakup efisiensi operasional, optimalisasi pemanfaatan gas bumi, serta inisiatif energi bersih.
Komoditas utama PGN, yaitu gas bumi, memegang peran sentral dalam penurunan emisi ini karena dikenal lebih bersih dibandingkan energi fosil lainnya. PGN memaksimalkan peran gas bumi sebagai energi transisi melalui program jaringan gas rumah tangga (jargas), perluasan Bahan Bakar Gas (BBG), dan infrastruktur beyond pipeline.
Salah satu inisiatif strategis terbarukan adalah proyek biomethane. Mirza menjelaskan bahwa proyek ini memanfaatkan limbah agrikultur seperti dari sawit, jerami, dan kotoran hewan untuk diolah menjadi biogas. Setelahnya, biomethane diinjeksikan ke dalam jaringan pipa gas bumi yang sudah ada.
“Proyek biomethane berpotensi mendorong penurunan emisi sekaligus mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah organik,” lanjut Mirza. Inisiatif ini tidak hanya mendukung transformasi energi, tetapi juga pangan, dan air, yang diharapkan menjadi alternatif energi hijau yang berkelanjutan.[rea]






