Surabaya (beritajatim.com) – Cuaca cerah masih akan mendominasi wilayah Madiun dan sekitarnya pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Berdasarkan laporan dari BMKG Juanda, prakirawan Oky Sukma Hakim, S.Tr. menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Pacitan akan mengalami kondisi udara yang stabil dengan suhu yang cukup hangat di siang hari.
“Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Madiun dan Pacitan masih cenderung cerah. Hanya saja, ada sedikit perbedaan pada waktu tertentu, terutama di Pacitan yang diperkirakan berkabut pada malam hari,” ujar Oky Sukma Hakim dalam keterangannya.
Di Kota Madiun, cuaca cerah diprediksi akan berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Menurut BMKG, kondisi langit akan tetap bersih hingga pukul 21.00 WIB, meskipun pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB, wilayah ini akan mengalami cerah berawan.
Suhu udara di Kota Madiun berada di kisaran 22 hingga 35 derajat Celcius, dengan angin bertiup dari arah Selatan berkecepatan 22,1 km/jam.
Kelembapan udara pun terpantau cukup bervariasi, yakni antara 32 hingga 84 persen. Kondisi ini menandakan cuaca yang relatif kering di siang hari, namun tetap nyaman di pagi dan malam hari.
Sementara itu, Kabupaten Madiun juga menunjukkan pola cuaca yang hampir sama. Langit di wilayah ini diperkirakan cerah sejak pagi, lalu berubah menjadi berawan pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB. Suhu udara berada di rentang 21 hingga 35 derajat Celcius dengan angin dari arah Barat Laut berkecepatan 8,1 km/jam.
“Perbedaan kondisi antara Kota dan Kabupaten Madiun tidak terlalu signifikan, keduanya cenderung cerah dengan potensi berawan di siang hari,” jelas Oky menambahkan.
Kelembapan udara di Kabupaten Madiun diperkirakan berkisar antara 29 hingga 75 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan wilayah kota.
Berbeda dengan dua wilayah sebelumnya, Pacitan diprediksi akan mengalami perubahan cuaca menjelang malam. Menurut data BMKG, cuaca cerah akan mendominasi sejak pukul 06.00 hingga 15.00 WIB, namun pada pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB, udara di Pacitan akan berubah menjadi kabur.
Suhu udara di wilayah pesisir selatan Jawa Timur ini berada di kisaran 20 hingga 27 derajat Celcius, dengan angin dari Timur Laut berkecepatan 13,1 km/jam. Tingkat kelembapan yang cukup tinggi, yakni 64 hingga 97 persen, menjadi faktor munculnya kabut pada malam hari.
“Khusus untuk masyarakat Pacitan, terutama pengendara dan nelayan, kami imbau agar berhati-hati pada malam hari karena potensi kabut bisa mengurangi jarak pandang,” imbau Oky.
Secara keseluruhan, BMKG Juanda memperkirakan cuaca di Madiun dan Pacitan akan cenderung cerah dan kondusif untuk beraktivitas. Namun, masyarakat tetap diminta untuk memperhatikan perubahan suhu dan kelembapan udara agar dapat menyesuaikan kegiatan harian dengan kondisi cuaca yang ada. [mnd/suf]






