Lamongan (beritajatim.com) – SMP Muhammadiyah 5 Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, punya cara sendiri dalam peringatan Hari Batik Nasional 2025. Jika biasanya membatik menggunakan kain, kali ini para siswa justru menuangkan kreativitasnya di atas media kertas kalender bekas.
Puluhan siswa begitu antusias mengikuti kegiatan membatik ini. Dengan penuh semangat, mereka menciptakan berbagai motif batik unik, meski hanya bermodalkan kertas yang sudah tidak terpakai. Cara kreatif ini sekaligus menjadi ajang pembelajaran ramah lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas.
Salah satu siswa kelas VII, Muhammad Atar Hidimbyatmaja, mengaku senang mengikuti kegiatan membati tersebut.Apalagi hasil dari desain batiknya akan dipamerkan dalam kegiatan gelar karya. “ini pengalaman baru bagi saya membuat desain batik,” kata Atar, Kamis (2/10/2025).
Kepala SMP Muhammadiyah 5 Karanggeneng, Ummi Hanik, menuturkan bahwa kegiatan ini adalah inovasi sekolah dalam memperkenalkan batik sebagai warisan budaya bangsa sekaligus menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap budaya nusantara.
“Lomba desain batik yang baru pertama kali kami laksanakan ini bertujuan mengajak anak-anak melestarikan batik. Selain itu, dengan media barang bekas, mereka juga belajar mengasah kreativitas di bidang seni rupa,” kata Hanik.
Lewat cara sederhana ini, sekolah berharap generasi muda tidak hanya mengenal batik sebagai simbol budaya, tetapi juga mampu berinovasi dalam pelestariannya. “Kegiatan mendesain batik ini juga dapat menggali potensi dan kreatifitas siswa di bidang seni rupa,” ucap Hanik. (fak/kun)






