Surabaya (beritajatim.com) – Aktor utama Nicholas Saputra sukses membuat penonton histeris saat menghadiri penayangan perdana film terbarunya, Tukar Takdir, di XXI Tunjungan Plaza 3 Surabaya. Nicholas, yang berperan sebagai Rawa, datang bersama Ariyo Wahab dan Revaldo. Dalam diskusi, Nicholas mengungkapkan ketertarikannya pada karya yang melibatkan sutradara tertentu, menjadikan kolaborasi dengan Mouly Surya sebagai daya tarik utama proyek ini.
Antusiasme penonton terlihat dari pertanyaan pribadi yang diajukan, seperti apakah karakter Rawa lebih memilih Dita atau Zahra. Hal ini mengisyaratkan tingginya minat terhadap dilema romansa yang menjadi inti cerita.
Tukar Takdir, adaptasi dari buku best seller karya Valiant Budi, merupakan produksi bersama Starvision, Cinesurya, dan Legacy Pictures. Official teaser trailer film ini telah dirilis, mengungkap kisah menegangkan tentang petaka pesawat Jakarta Airways 79 yang hilang kontak.
Rawa (Nicholas Saputra) adalah satu-satunya penumpang yang selamat, namun ia harus menghadapi trauma dan beban moral yang berat. Ia menjadi saksi kunci dalam investigasi dan penghubung duka bagi Zahra (Adhisty Zara), putri tunggal pilot, dan Dita (Marsha Timothy), istri salah satu korban. Dita mempertanyakan, mengapa yang selamat justru bukan suaminya?
Teaser trailer mengisyaratkan konflik emosional Rawa yang mendalam. Ia terlihat memberikan penguatan dan pelukan kepada Zahra, memberi petunjuk adanya benih romansa. Namun, Rawa juga terlihat menyeka air mata Dita di dalam mobil, menunjukkan perhatian yang juga besar terhadap istri korban.
Produser Chand Parwez Servia menjelaskan bahwa Tukar Takdir menghadirkan genre drama petaka pesawat yang jarang dieksplorasi di perfilman Indonesia. Film ini membawa kisah yang relevan dengan isu sosial saat ini, terutama mengenai masyarakat yang memilih maskapai low-cost carrier (LCC).
“Film ini akan memberikan refleksi tentang apa yang terjadi di kehidupan sosial kita saat ini, secara spesifik lewat dunia penerbangan,” ujar Parwez.
Sutradara Mouly Surya menekankan bahwa setiap karakter membawa luka dan penyesalan yang berbeda.
“Kami ingin menghadirkan sebuah potret emosional tentang beban yang tak terlihat. Namun, di sisi lain juga ingin menghadirkan sebuah harapan di balik setiap duka kehilangan,” tambah Mouly.
Nicholas Saputra juga menggarisbawahi pentingnya tema resiliensi.
“Penonton akan melihat bagaimana resiliensi yang dimiliki oleh para karakter yang kehilangan orang-orang terdekat mereka,” katanya.
Film ini turut dibintangi oleh Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Hannah Al Rashid, Teddy Syach, Tora Sudiro, Ringgo Agus Rahman, Ariyo Wahab, dan Revaldo.[rea]







