Pasuruan (beritajatim.com) – Program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan tahun 2025 terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga akhir September ini, lebih dari separuh rumah penerima bantuan dari APBD sudah selesai diperbaiki.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan mencatat ada 51 unit RTLH yang masuk dalam program perbaikan tahun ini. Pekerjaan tersebar di lima kecamatan yakni Bangil, Beji, Rembang, Sukorejo, dan Gempol.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono, mengatakan saat ini progres perbaikan sudah mendekati target. Bahkan di Kecamatan Puspo, ada sepuluh rumah yang hampir rampung dikerjakan.
“Kalau di Puspo tinggal beberapa rumah saja yang finishing, selebihnya sudah selesai,” ujar Eko saat meninjau lokasi di Dusun Tegalanyar, Selasa (23/9/2025).
Masing-masing penerima mendapatkan anggaran Rp20 juta untuk biaya renovasi. Dana tersebut terbagi Rp16 juta untuk material dan Rp4 juta untuk ongkos tukang.
Eko menargetkan seluruh perbaikan RTLH akan tuntas pada November mendatang. Ia optimistis penyelesaian bisa lebih cepat mengingat sebagian besar rumah sudah rampung.
“Kalau tidak ada kendala, bulan depan sudah bisa selesai semua,” tambahnya.
Namun, jumlah RTLH yang diperbaiki tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Menurut Eko, hal itu dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku di hampir semua daerah.
“Karena adanya efisiensi, kuota rumah yang direhab memang dikurangi,” jelasnya.
Meski demikian, dalam kurun lima tahun terakhir Pemkab Pasuruan sudah memperbaiki lebih dari 14 ribu RTLH. Eko berharap tahun depan anggaran bisa kembali normal agar target perbaikan bisa lebih banyak.
Di sisi lain, warga penerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Lilis Hanifah, warga Desa Oro Oro Ombo Wetan Kecamatan Rembang, merasa lega rumahnya akan segera diperbaiki.
“Alhamdulillah, sekarang anak saya tidak lagi kehujanan kalau tidur,” kata Lilis haru. [ada/aje]






