Paris (beritajatim.com) – Lamine Yamal total memboyong 20 personel keluarganya ke Theatre du Chatelet, Paris, venue Ballon d’Or 2025 Selasa dini hari (23/8/2025). Dan, semuanya kecewa lantaran Yamal harus puas ada di posisi runner-up. Dia dikalahkan Ousmane Dembele.
Satu-satunya yang layak dirayakan dari Yamal adalah dia kembali memenangi Kopa Trophy. Tahun, lalu dia juga memenanginya. Yamal jadi pemain pertama yang mampu back to back juara.
Meski begitu, kekecewaan di Ballon d’Or terlalu besar. Alih-alih legawa menerima kekalahan, suara protes justru keluar dari pihak Yamal. Bukan langsung dari mulut wide attacker FC Barcelona itu. Melainkan dari sang ayah, Mounir Nasraoui.
Pria 39 tahun itu mengatakan bahwa Yamal seharusnya juara. Menurut dia, lualitas yang dimiliki anaknya jauh melampaui semua pemain dan terutama Dembele.
“Aku tidak akan mengatakan ini (Ballon d’Or 2025, Red) perampokan terbesar. Tetapi, hasilnya sangat mencederai moral. Tahun depan, kami akan memenanginya,” ujar Nasraoui dilansir Sky Sports.
Nasraoui boleh saja mengklaim anaknya yang terbaik. Tetapi, statistik di lapangan membuktikan sebaliknya. Musim lalu, Yamal “hanya” mencetak 18 gol dan 25 assist dari 55 laga.
Bandingkan dengan Dembele yang mengemas 35 gol dan 16 assist dari 53 laga. Dembele juga memenangi Liga Champions. Sedangkan langkah Yamal dihentikan Inter Milan di semifinal.
“Modal utama” Yamal jika ingin juara Ballon d’Or tahun depan adalah menjuarai Piala Dunia 2026. Jika tidak, dia harus sapu bersih semua gelar di level klub sekaligus mencatatkan statistik fenomenal. (dio)






