Balas dendam terbaik adalah membuktikan kepada mereka bahwa hidupmu lebih bahagia setelah dicampakkan. Frasa tersebut sangat cocok bagi Ousmane Dembele tahun ini. Puncaknya adalah Ballon d’Or Selasa dini hari (23/9/2025). Wide attacker Paris Saint-Germain itu jadi yang terbaik. Kebahagiaan Dembele kian lengkap lantaran dia mengalahkan jagoan FC Barcelona Lamine Yamal yang jadi runner-up.
“Ballon d’Or ini bukan sekadar gelar. Melainkan juga lambang kebangkitan tanpa kenal menyerah. Teruntuk mereka yang selalu mendukungku, ini untuk kalian. Dan bagi siapa pun yang meragukanku, terima kasih karena membuatku semakin kuat,” takarir Dembele di media sosialnya.
Yang dimaksud Dembouz–sapaan Dembele–adalah ketika dia gagal bersinar bersama FCB. Selama enam musim bersama FCB (2017-2023), 7 trofi Dembele tertutup kiprahnya yang lebih sering berkutat dengan meja perawatan.
Ya, personel timnas Prancis itu total melalui 799 hari untuk pemulihan beragam cedera. Dia “hanya” mencetak 40 gol dan 41 assist dari 185 laga. Nominal statistik yang pasti bisa jauh lebih baik jika dia tak rentan cedera.
Faktor injury prone juga yang membuat Blaugrana melepasnya ke PSG dua musim lalu. Kala itu, Dembele dan PSG diprediksi tidak akan bisa bicara banyak di Eropa. Sebab, PSG telah kehilangan Neymar dan Lionel Messi.
Ternyata keputusannya menerima pinangan PSG sangat tepat. Dembele langsung mempersembahkan treble winners domestik (Ligue 1, Coupe de France, dan Trophee des Champions).
Tetapi, statistik performanya masih biasa saja dengan 6 gol dan 14 assist dari 42 laga. Di Liga Champions, langkah PSG juga terhenti di semifinal.
Musim lalu, keraguan kepada PSG dan Dembele membesar lantaran Kylian Mbappe pergi ke Real Madrid. Tetapi, justru tanpa Mbappe permainan terbaik Dembele dan PSG berhasil muncul.
Selain sukses back to back treble domestik, Les Parisiens akhirnya mampu juara Liga Champions. Penampilan Dembele juga menggila. Dia mencetak 35 gol dan 16 assist dari 53 laga. Produktivitas terbaiknya dalam semusim.
Jadi finalis Piala Dunia Antarklub dan juara Piala Super Eropa menambah kelayakan Dembele untuk Ballon d’Or tahun ini. Dia mengekor jejak Lionel Messi ketika memenangi Ballon d’Or pertamanya pada 2009. Kala itu Messi meraihnya ketika memenangi 5 gelar dalam semusim bersama FCB.
“Selamat, Ous. Aku sangat senang untukmu. Kau sangat layak mendapatkannya,” pengakuan Messi di kolom komentar unggahan Dembele di Instagram.
Tetapi, Dembele tidak membenci FCB. Justru sebaliknya. Dia juga berterima kasih kepada Blaugrana. Terutama ketika masih bermain bersama Messi dan Andres Iniesta.
“Pengalaman yang sangat menyenangkan belajar di sana (FCB, Red). Aku gembira,” ujar Dembele.
Ballon d’Or jadi bukti Dembele bahwa kesabaran dari penderitaan bisa mendatangkan perubahan besar. Bahkan, ketika banyak pihak meragukanmu, keyakinan dari orang terdekat sudah lebih dari cukup untuk membuat semuanya membaik tepat pada waktunya. (dio)






