Pacitan (beritajatim.com) – Kabar di media sosial yang menyebutkan ratusan siswa SMK Negeri Ngadirojo, Pacitan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak benar alias hoaks. Isu yang menyebutkan lebih dari 120 siswa jatuh sakit sempat membuat heboh masyarakat, namun langsung dibantah oleh pihak medis dan sekolah.
Kepala Puskesmas Ngadirojo, dr. Rini Endrawati, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai fakta. “Memang ada siswa yang mengalami diare, tetapi belum bisa disimpulkan terkait MBG. Bahkan sebelum program MBG disajikan, sudah ada warga yang mengalami diare,” jelasnya, Senin (22/9/2025).
Rini menyesalkan adanya penyebaran informasi tanpa verifikasi. Menurutnya, klarifikasi resmi dari pihak sekolah juga telah menyatakan bahwa kabar keracunan MBG tidak benar.
“Orang kalau bikin story seenaknya sendiri, tidak kroscek langsung di-share. Bahkan ada yang mengambil foto di fasilitas kesehatan tanpa izin. Semua berawal dari situ,” tegasnya.
Akibat beredarnya kabar tersebut, kepolisian turun tangan untuk mengusut sumber isu. Kapolsek Ngadirojo, Iptu Titan Kurniawan, menyampaikan bahwa Tim Inavis Polres Pacitan telah mengambil sampel menu MBG pada hari kejadian serta makanan yang dikonsumsi siswa dua hari sebelumnya untuk diuji laboratorium.
“Ini dilakukan untuk memastikan bahwa menu MBG layak konsumsi dan tidak mengandung zat berbahaya,” ujarnya.
Selain uji laboratorium, polisi juga akan meminta keterangan sejumlah pihak terkait guna menelusuri penyebar pertama kabar hoaks yang disebarkan melalui story WhatsApp.
Camat Ngadirojo, Nanang Hardwijono, turut mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Ia mengimbau agar warga tidak mudah mengunggah informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Agar lidah anak itu tidak kaget dengan menu yang baru,” tambahnya, menyinggung pentingnya dapur MBG menyesuaikan menu dengan cita rasa lokal. [tri/beq]






