Mojokerto (beritajatim.com) – Pabrik Gula (PG) Gempolkrep di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) membuka diri kepada insan pers melalui kegiatan plant tour bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto, Kamis (18/9/2025). Puluhan wartawan diajak menyaksikan langsung tahapan produksi gula di pabrik bersejarah yang berdiri sejak 1849 ini.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menelusuri empat titik utama, mulai dari penggilingan tebu, proses pengolahan, pengemasan, hingga gudang penyimpanan. Saat ini, gudang PG Gempolkrep masih menyimpan sekitar 35 ribu ton gula hasil giling periode keempat yang menunggu distribusi ke pasar.
General Manager PG Gempolkrep, Edy Purnomo, menegaskan keterbukaan perusahaan kepada media merupakan bagian dari upaya membangun sinergi yang sehat.
“Media adalah jembatan informasi. Kami berharap hubungan baik dengan PWI Mojokerto terus berlanjut agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat terkait kinerja dan kontribusi PG Gempolkrep,” ujarnya.
Ketua PWI Mojokerto Raya, Aminuddin Ilham, menyambut baik inisiatif tersebut. “Kegiatan ini membuat kami lebih memahami proses produksi gula. Harapannya, komunikasi seperti ini bisa rutin dilakukan sehingga informasi tentang industri gula dapat tersampaikan lebih luas ke masyarakat,” katanya.
PG Gempolkrep tercatat sebagai salah satu pabrik gula tua di Jawa Timur dengan kapasitas giling 6.850 TCD. Sepanjang 2025, pabrik ini mengolah 1.004.063 ton tebu dengan produktivitas 78,01 ton per hektare, rendemen 7,91 persen, serta menghasilkan laba sebelum pajak Rp144,51 miliar.
Dengan dukungan 977 tenaga kerja dan areal perkebunan mencapai 12.871 hektare, PG Gempolkrep terus menjaga standar mutu melalui sertifikasi SNI, ISO 9001, ISO 14001, serta sertifikat halal. Melalui plant tour ini, perusahaan ingin menunjukkan keterbukaan sekaligus memperkuat peran media sebagai mitra strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya ketersediaan gula. [tin/beq]






