Malang (beritajatim.com) – Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang (Polinema) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dan Workshop bertajuk “Building Information Modeling (BIM): Implementasi Tekla di Industri Konstruksi”. Acara yang digelar di Gedung Teknik Sipil Polinema ini menjadi platform penting bagi akademisi, mahasiswa, dan praktisi industri untuk mendalami masa depan digitalisasi konstruksi.
Diselenggarakan melalui kolaborasi strategis dengan Trimble Solutions, pemimpin global dalam teknologi konstruksi, seminar ini menegaskan posisi Polinema sebagai pusat unggulan pendidikan vokasi yang responsif terhadap revolusi Industri 5.0.
Ketua Jurusan Teknik Sipil Polinema, Zenuriant, Dipl.Ing.HTL, M.Sc., menjelaskan bahwa seminar ini diinisiasi sebagai jawaban langsung atas tuntutan zaman. Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat menuntut para calon insinyur sipil untuk menguasai platform digital secara komprehensif.
“Latar belakang utama kami mengadakan seminar dan workshop ini adalah pesatnya perkembangan Industri 4.0 yang kini melangkah ke 5.0. Seluruh proses konstruksi, dari desain hingga pelaksanaan, telah terdigitalisasi,” ungkap Zenuriant pada Rabu (17/9/2025).
Ia menambahkan, acara ini merupakan salah satu kegiatan turunan dari kerjasama yang telah terjalin sejak 2020 dan memperkuat status Polinema sebagai Authorized Training Center (ATC) resmi dari Trimble Indonesia.
“Harapan kami jelas, yaitu mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan kebutuhan nyata industri. Melalui seminar seperti ini, mahasiswa dan peserta lainnya mendapatkan wawasan langsung tentang implementasi teknologi, khususnya Tekla, di sektor konstruksi dan pertambangan,” tegasnya.
Seminar ini menghadirkan Country Manager Trimble Solutions SEA, Ajie Pamadaraji, MBA, sebagai salah satu narasumber utama. Ia memaparkan betapa krusialnya penguasaan teknologi BIM bagi efisiensi proyek. Materi yang disampaikan berfokus pada studi kasus nyata dan solusi aplikatif.

“Teknologi BIM ini sudah booming di Indonesia dalam 10 tahun terakhir, dan urgensinya saat ini sangat tinggi. Dalam workshop ini, kami menunjukkan bagaimana metodologi BIM yang tepat dapat meningkatkan efektivitas proyek hingga 95%, terutama dalam menekan pekerjaan ulang (rework) yang membuang waktu dan biaya,” jelas Ajie.
Para peserta diberi pemahaman mendalam tentang bagaimana platform digital seperti Tekla mampu mengintegrasikan kerja berbagai disiplin ilmu mulai dari arsitek, insinyur struktur, hingga tim mekanikal dan elektrikal dalam satu model virtual yang koheren.
“Fokus materi hari ini lebih spesifik pada digitalisasi untuk industri pertambangan dan konstruksi, menunjukkan bahwa cakupan teknik sipil sangat luas, bahkan bisa merambah ke proyek strategis seperti IKN hingga pembangunan fasilitas nuklir,” tambah Ajie.
Lebih dari sekadar acara seremonial, seminar ini merupakan bagian dari ekosistem kerjasama jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas lulusan. Wakil Direktur IV Polinema, Prof. Ratih Indri Hapsari, M.T., Ph.D., menyatakan bahwa kemitraan dengan Trimble sudah terjalin belasan tahun.
“Perjanjian kerjasama yang kami tandatangani dalam rangkaian acara ini berfokus pada penyelenggaraan pelatihan dan workshop berkelanjutan bagi dosen dan mahasiswa,” ujar Prof. Ratih.
Ia menyoroti bahwa seminar ini berhasil menarik peserta dari berbagai kampus di luar Polinema, membuktikan kepercayaan publik terhadap Polinema sebagai penyelenggara training dan sertifikasi kompetensi BIM.
“Impact terbesarnya adalah pada update kurikulum. Materi dari workshop ini menjadi masukan berharga yang kami integrasikan langsung ke dalam mata kuliah. Jadi, mahasiswa tidak hanya mendapat ilmu, tapi juga bekal untuk mengikuti uji kompetensi resmi yang akan tercantum dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) mereka,” kata Prof Ratih menutup. (dan/but)






