Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi berdaya saing global. Dalam perhelatan Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-69 yang digelar di Graha Polinema, Sabtu (30/8/2025), sorotan utama tertuju pada kelulusan tujuh mahasiswa asing di antara total 779 wisudawan yang dikukuhkan.
Momen ini menjadi puncak dari komitmen Polinema untuk menciptakan atmosfer akademik internasional yang inklusif dan berkualitas. Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., secara khusus menyatakan bahwa kelulusan para mahasiswa internasional ini menjadi salah satu prioritas dalam wisuda gelombang pertama tahun 2025.
“Kami sengaja mengarahkan wisuda kali ini untuk mahasiswa kelas internasional dan mahasiswa asing. Tujuannya adalah memfasilitasi mereka yang telah lulus agar bisa segera menyelesaikan seluruh administrasi, sehingga mereka dapat kembali ke negaranya tepat waktu atau melanjutkan karier di tempat lain,” ungkap Supriatna.
Kelulusan tujuh mahasiswa asing ini bukanlah kebetulan. Ini adalah buah dari strategi internasionalisasi yang telah dijalankan Polinema selama bertahun-tahun. Supriatna menjelaskan bahwa Polinema secara aktif merekrut calon mahasiswa dari berbagai negara.
“Yang wisuda hari ini ada tujuh orang. Sejauh ini, Sudan Selatan menjadi negara dengan mahasiswa terbanyak, sebuah hasil dari pengembangan program yang kami mulai sejak 2018,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Polinema telah menjadi rumah bagi mahasiswa yang berasal dari 11 negara berbeda, termasuk Madagaskar, Sudan Utara, India, Pakistan, Tajikistan, Arab Saudi, dan Mali. Untuk menarik dan mendukung mereka, Polinema menerapkan berbagai kebijakan strategis, salah satunya skema beasiswa fleksibel.
“Polinema menawarkan tiga opsi pembiayaan, yakni beasiswa penuh (fully scholarship) dari internal kampus, beasiswa parsial (partial scholarship) yang membebaskan biaya UKT, serta jalur mandiri tanpa beasiswa,” ujar Direktur.

Selain itu, proses pembelajaran di kelas internasional sepenuhnya menggunakan Bahasa Inggris. Polinema memberikan program adaptasi bahasa dan budaya Indonesia agar mahasiswa lebih mudah berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“ Kantor Urusan Internasional (KUI) kami (Polinema) memberikan pendampingan penuh, mulai dari pengurusan izin tinggal hingga persiapan kepulangan setelah lulus,” jelas Supriatna.
Setiap program studi yang membuka kelas internasional diwajibkan memiliki mahasiswa asing. Hal itu untuk menciptakan nuansa dan interaksi global yang nyata di dalam kelas.
“Begitu mereka kembali ke negaranya, mereka adalah alumni kita. Saat ini, kita sudah memiliki alumni di enam negara asal mahasiswa kami. Mereka akan menjadi jembatan dan duta bagi Polinema di sana,” tegas Supriatna.
Kualitas pendidikan berstandar internasional yang dirasakan oleh para mahasiswa asing juga diamini oleh para lulusan terbaik dari dalam negeri. Mereka menjadi bukti bahwa sistem pendidikan Polinema mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul di berbagai bidang.
Ivana Larissa Nirwasita, peraih IPK 3,99 dari D-IV Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, memuji kompetensi para dosen. “Saya tidak hanya mendapatkan ilmu, tapi juga pemahaman mendalam akan implementasi keilmuan yang diajarkan,” katanya.
Hal senada diungkapkan Dini Novita Sari, lulusan terbaik D-III Akuntansi dengan IPK 3,92. Baginya, program praktikum yang kuat di Polinema sangat membantunya siap kerja, terbukti ia sudah direkrut oleh Bumi Indah Group sebagai staf akuntan pajak.
Sementara itu, Alwy, lulusan terbaik Magister Terapan Teknologi Rekayasa Informasi, menyoroti atmosfer akademik yang sangat mendukung. “Harapan saya, Polinema dapat terus memperluas kolaborasi dengan industri dan go international, sehingga semakin banyak mahasiswa yang bisa berkontribusi di kancah global,” ujarnya terpisah. (dan/ian)






