Mojokerto (beritajatim.com) – Di sebuah dusun kecil bernama Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, hiruk-pikuk kota terasa begitu jauh.
Anak-anak di sini tumbuh di kaki Gunung Penanggungan, dengan lingkungan alam yang indah namun terbatas dalam akses pendidikan formal.
Kini, harapan baru hadir melalui sebuah bangunan sederhana namun sarat makna: Ruang Pintar Majada AL-Hidayah. Fasilitas belajar gratis ini diresmikan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Mojokerto, sebagai bagian dari program PNM Peduli yang berfokus pada Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Ruang Pintar ini tak hanya sekadar ruang kelas, tetapi menjadi tempat anak-anak belajar membaca, menulis, dan berhitung tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Data UNICEF menyebutkan, lebih dari 40 persen anak di daerah terpencil Indonesia belum menikmati pendidikan berkualitas. Kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban atas keresahan tersebut.
Pimpinan PNM Cabang Mojokerto, Arif Sulistyantoro, menegaskan bahwa keberadaan Ruang Pintar ini adalah wujud nyata kepedulian BUMN pada pendidikan di pelosok.
“Kami percaya pendidikan adalah kunci masa depan yang lebih baik, dan kami berharap anak-anak bisa mendapatkan akses pengetahuan yang layak,” tutur Arif, penuh optimisme, Selasa (16/9/2025).
Tak hanya anak-anak, masyarakat sekitar juga diyakini akan merasakan dampaknya. Dengan pendidikan informal yang inklusif, PNM berharap dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat.
Arif menambahkan, visi besar dari program ini adalah ikut mempersiapkan Indonesia Emas 2045. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga bagian dari perjalanan masyarakat Kandangan menuju masa depan yang lebih cerah,” katanya.
Peresmian Ruang Pintar Majada AL-Hidayah pun disambut hangat warga setempat. Senyum anak-anak yang berlarian di halaman TPQ seakan menjadi simbol bahwa pendidikan bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari dusun kecil di lereng gunung.
Melalui ruang sederhana ini, PNM ingin menyalakan pelita pengetahuan yang akan menjadi bekal generasi mendatang. Sebab, di balik dinding-dinding Ruang Pintar Majada, tersimpan mimpi besar untuk melahirkan anak-anak desa yang percaya diri menatap masa depan. (tin/ted)






