Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka pembukaan cabang ketiganya, Optik Cahaya Truevue menggelar kegiatan bakti sosial lintas agama dengan membagikan kacamata gratis kepada masyarakat kurang mampu.
Kegiatan ini menyasar anak-anak dan lansia dari berbagai latar belakang agama, termasuk panti asuhan, gereja, masjid, dan vihara.
Owner Optik Cahaya Truevue, Meliana Tanumiharjo menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen perusahaannya untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami targetkan membagikan total 200 kacamata, lengkap dengan pemeriksaan mata dan lensa sesuai kebutuhan koreksinya. Kegiatan ini kami mulai dari panti asuhan dan gereja, dan dalam waktu dekat akan dilanjutkan ke masjid dan vihara,” ujar Meliana, Jumat (12/9/2025).
Seluruh penerima manfaat menjalani pemeriksaan mata terlebih dahulu untuk memastikan kacamata yang diterima sesuai dengan kebutuhan visual mereka. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi bentuk edukasi pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini.
Selain berbagi, Optik Cahaya Truevue juga tengah memperluas jangkauan layanannya dengan membuka cabang ketiga. Cabang terbaru ini hadir dengan konsep lebih segar yang menyasar segmen keluarga, mahasiswa, dan pekerja di kawasan Panjang Jiwo Surabaya.
“Di cabang baru ini kami klasifikasikan koleksi kacamata berdasarkan gaya hidup, seperti kategori office, fashion, dan casual. Sekarang masyarakat, terutama mahasiswa, mulai sadar pentingnya proteksi mata, termasuk lensa dengan perlindungan UV dan anti-radiasi,” jelas Meliana.
Tak hanya itu, dalam rangka grand opening, Optik Cahaya Truevue juga memberikan fasilitas free upgrade lensa premium, termasuk lensa yang dapat berubah warna saat berada di luar ruangan (photochromic lens), yang tetap memberikan perlindungan terhadap sinar UV.
Meliana juga menambahkan bahwa pihaknya terbuka untuk bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang ingin mengadakan pemeriksaan mata gratis bagi siswanya. Pemeriksaan ini akan disesuaikan dengan waktu dan jadwal sekolah tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.
“Kami siap datang ke sekolah-sekolah, terutama SD, jika ada permintaan. Untuk anak di bawah 7 tahun biasanya kami arahkan ke dokter mata agar hasilnya lebih akurat,” tambahnya.
Kegiatan sosial dan pendekatan edukatif ini menjadi wujud nyata peran pelaku usaha dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan inklusif lintas agama. [ipl/kun]






