Jember (beritajatim.com) – Penerbangan komersial dengan rute Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur, ke Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, tertunda, Rabu (10/9/2025).
Tertundanya penerbangan komersial Maskapai Fly Jaya ini membuat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Jember Gatot Triyono meminta maaf kepada masyarakat saat jumpa pers di Bandara Notohadinegoro.
“Kami mengucapkan permohonan maaf, karena kemarin awal akan dilaksanakan pada 10 September 2025, tapi karena kondisi nasional kemarin kurang bagus, dan alhamdulillah dengan kondisi normal, semua pelaksanaan administrasi dan perizinan sudah berjalan,” kata Gatot.
Sebelumnya, sejumlah media massa melansir pernyataan Bupati Muhammad Fawait pada pekan awal September2025, bahwa penerbangan akan resmi dimulai pada 10 September 2025.
“Soft launching sudah kita laksanakan pada 17 Agustus 2025. Sementara penerbangan reguler Jember-Jakarta resmi dimulai 10 September 2025 mendatang,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Gatot mengatakan, penerbangan perdana dari Bandara Halim Perdana Kusuma ke Jember baru dijadwalkan pada Kamis, 18 September 2025.
“Frekuensi penerbangan dilaksanakan dua kali seminggu, yakni Selasa dan Kamis. Jam penerbangan dari Halim jam 07.45 WIB, sampai ke Jember jam 10.05 WIB. Dari Jember menuju Halim jam 10.35 WIB, sampai di Halim jam 12.55 WIB,” kata Gatot.
Pemesanan tiket dilakukan secara luring atau offline di Bandara Notohadinegoro. “Di sini sudah ada petugas dari maskapai dan pemesanan via WA. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa dibeli di market place,” kata Gatot.
Gatot berharap penerbangan komersial di Jember bisa mendongkrak perekonomian daerah. “Mari kita bersama-sama secara riang gembira kita sambut kedatangan maskapai baru di Kabupaten Jember dengan sejarah baru,” katanya.
“Monggo masyarakat Jember untuk pemesanan tiket, bisa dilakukan per hari ini hingga ke depannya. Monggo teman-teman, bagi para investor, para wisatawan, semuanya bisa melaksanakan pemesanan tiket mulai hari ini,” kata Gatot.
Gatot bersykur sudah ada empat pemesan tiket. “Yang datang ke counter (penjualan tiket di Bandara Notohadinegoro) ini sudah ada lima enam orang. Melalui WA dan di IG kami sudah banyak. Mudah-mudahan hari ini dibuka, sudah sold out. Mari kita war tiket,” katanya.
Menurut Gatot, Otoritas Bandara sudah menyatakan Bandara Notohadinegoro sudah bisa dioperasikan. Memang ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan.
“Tapi itu hal-hal minor, sehingga pada 18 September besok kalaupun ada penerbangan, semua perlengkapan sarana dan prasarana bandara dan sumber daya manusia sudah kami cukupi semua,” katanya.
Mengatasi kendala jarak dari bandara ke kawasan perkotaan, Dishub Jember akan menyiapkan angkutan gratis bagi penumpang pesawat dari Bandara Notohadinegoro ke pusat kota.
Sejarah Bandara Notohadinegoro Jember
Bandara Notohadinegoro terletak di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, dan didirikan pada 2002 oleh Bupati Samsul Hadi Siswoyo. Semasa pemerintahan Samsul, belum ada penerbangan komersial dari dan menuju bandara ini. Namun Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid sempat mendarat di bandara ini pada 2004.
Baru pada 2008 pada masa pemerintahan Bupati MZA Djalal, ada penerbangan komersial menuju Surabaya dengan menggunakan pesawat tipe LET 410 buatan Cekoslowakia. Setelah itu penerbangan terhenti dan mulai beroperasi lagi pada masa pemerintahan Bupati Faida.
Namun satu demi satu maskapai yang beroperasi di Bandara Notohadinegoro Jember mundur teratur, karena secara ekonomis tidak menguntungkan. Selain itu tipe bandara menyebabkan pesawat ukuran Boeing tidak bisa mendarat di sini.
Kementerian Perhubungan sempat mengoperasikan penerbangan perintis Jember-Sumenep-Jember pada masa pemerintahan Bupati Hendy Siswanto. Namun penerbangan perintis yang dikelola Susi Air itu tidak bertahan lama.
Saat ini Bandara Notohadinegoro dikelola Unit Pelaksana Teknis Penerbangan Dishubn Jember. Gatot mengatakan, tak tertutup kemungkinan Bandara Notohadinegoro dikelola Badan Usaha Milik Negara Angkasapura Indonesia. “Kami mohon doa masyarakat Jember, mudah-mudahan Bandara Notohadinegoro semakin maju dan berkembang,” katanya. [wir]






