Surabaya (beritajatim.com) – Tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menyumbang tiga medali pada ajang The 14th Worldskills ASEAN (WSA) Competition 2025 di Manila, Filipina.
Kompetisi yang digelar 26-28 Agustus lalu ini diikuti oleh 10 negara dan mempertandingkan 32 bidang keterampilan.
Dua mahasiswa dari Program Studi Sarjana Terapan Mekatronika, Reno Surya Permana dan Ro’uf Aufa Rifqi, berhasil meraih dua medali perunggu di bidang mekatronika.
Sementara itu, M. Henry Akmal dari program studi yang sama, sukses menyabet medali emas di kategori Collaborative Robot, sebuah bidang lomba baru yang fokus pada integrasi robotika di industri.
Henry menceritakan pengalamannya dalam mempersiapkan diri. Ia memulai pelatihan lebih awal, sejak April, di Tangerang. Tantangan terbesar muncul saat ia dan rekannya mengetahui bahwa semua tim lawan sudah berlatih dengan bahasa pemrograman yang berbeda dari yang mereka kuasai.
“Kami sempat berpikir keras, apalagi tim dari Malaysia terlihat sangat siap. Tapi, alhamdulillah, kami berhasil menjadi pemenang dengan poin tertinggi,” ungkap Henry, Senin (8/9/2025).
Ro’uf Aufa Rifqi, yang berpasangan dengan Reno, menceritakan perjalanan panjang mereka sejak duduk di bangku kelas XI SMK.
Keduanya yang berasal dari SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo, lolos seleksi daerah, provinsi, hingga akhirnya mewakili Jawa Timur di Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat nasional di Lampung pada Agustus 2024.
Dari situlah, mereka berkesempatan untuk mengikuti seleksi akhir dari Kementerian Tenaga Kerja dan pembekalan untuk WSA 2025.
Selain fokus pada kompetisi, ketiga mahasiswa ini juga harus berjuang menembus perguruan tinggi. Henry dan Ro’uf diterima di PENS melalui jalur SNBP, sementara Reno berhasil masuk lewat jalur Mandiri Prestasi.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PENS, Kholid Fathoni menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian ini.
“Ini adalah bukti kualitas mahasiswa pendidikan tinggi vokasi. PENS siap menjadi kampus tujuan bagi para alumni SMK, SMA, atau MA, baik yang sudah berprestasi maupun yang belum, melalui berbagai jalur seleksi,” tandasnya. [ipl/kun]






