Sumenep (beritajatim.com) – Madura Night Vaganza yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjadi salah satu ajang adu kreasi pamerkan produk unggulan dan capaian inovasi program pembangunan.
Ajang pameran pembangunan tersebut diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep, eks kawedanan, BUMN, BUMD, serta beberapa instansi dari luar Sumenep seperti Jember, Lumajang, dan Pasuruan. Ada 200 stand yang disiapkan, termasuk untuk UMKM.
“Madura Night Vaganza ini menginformasikan program maupun inovasi yang dilakukan oleh setiap perangkat daerah, supaya masyarakat bisa mengetahui, memahami, serta mendukung untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraannya,” kata Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo, Kamis.(28/08/2025).
Menurutnya, Madura Night Vaganza sebagai rangkaian acara Madura Culture Festival, merupakan bagian dari upaya pemerintah menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif.
“Acara ini isinya mempromosikan potensi produksi dan hasil kerajinan masyarakat. Bisa dikatakan, ini adalah jalur untuk memacu tumbuhnya ekonomi produktif Sumenep,” ujar Fauzi.
Ia mengungkapkan di ajang Madura Night Vaganza, pihaknya memberikan peluang kepada para pelaku usaha (UMKM) untuk mengembangkan produk, termasuk membeberkan potensi produksi produk unggulan di setiap Desa.
“Madura Night Vaganza ini juga menjadi spirit lebih merekatkan semangat bekerja, sekaligus meningkatkan kebersamaan dengan masyarakat untuk memajukan Kabupaten Sumenep,” ucap Fauzi.
Madura Night Vaganza digelar mulai 28 Agustus – 03 September 2025 di Stadion A. Yani Sumenep. Ada berbagai kegiatan yang terangkai di acara tersebut, diantaranya Madura Culture Festival 3, Festival Tembakau Madura, dan Festival Kopi. Selain itu, juga menampilkan Parade Musik Tong-tong, Pentas Seni dan Budaya, Fun Run dan Parade Batik. [tem/aje]






