Surabaya (beritajatim.com)- Gendhis Syafirah, atau yang akrab disapa Gendhis, adalah seorang atlet remaja asal Sidoarjo. Di sela kesibukan sekolah, ia tetap meluangkan waktu untuk berlatih renang. Menariknya, Gendhis tidak merasa kesulitan mengatur jadwal karena semua sudah terencana dengan baik.
Perjalanan Gendhis di dunia renang dimulai sejak kecil ketika ia mengikuti les renang. Meski sempat berhenti, ia kemudian tertarik mencoba menari dan menyanyi. Namun, saat akan naik kelas VII SMP, Gendhis kembali fokus pada renang setelah melihat potensinya yang besar. Ia pun memilih cabang renang artistik karena sesuai dengan hobinya di bidang seni, khususnya menari.
Sebelumnya, Gendhis pernah mencoba renang cepat, tetapi ia merasa peluang lebih besar ada di renang artistik. Cabang olahraga ini juga memberi ruang bagi Gendhis untuk tampil secara individu maupun beregu, meski ia lebih menikmati tampil sebagai perorangan.
Satu koreografi renang artistik biasanya membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk dikuasai. Menariknya, Gendhis memilih sendiri koreografi dan lagu untuk penampilannya, karena pelatih menilai usianya sudah cukup matang.
Dalam perlombaan, lupa koreografi adalah hal yang bisa saja terjadi. Namun, Gendhis biasanya tetap percaya diri dengan melakukan improvisasi. Menurutnya, juri tidak selalu menyadari adanya kesalahan selama gerakan tetap indah dan selaras dengan musik.
Durasi lomba yang ia jalani rata-rata berlangsung sekitar dua menit lima belas detik. Meski singkat, setiap detik membutuhkan persiapan mental dan fisik yang matang.
Bagi Gendhis, doa dan kepercayaan diri adalah kunci sebelum bertanding. Salah satu cara yang ia lakukan untuk menenangkan diri adalah memberi afirmasi positif pada dirinya.
Saat tampil, Gendhis lebih suka mengenakan kostum berwarna cerah. Ia juga merasa lebih nyaman jika kompetisi digelar di kolam renang indoor. Untuk mendukung penampilannya, riasan mata dan bibir harus tahan lama sepanjang pertandingan. Tak lupa, ia selalu tersenyum agar penampilannya semakin memikat.
November mendatang, Gendhis bersiap mengikuti lomba internasional di Malaysia dengan membawa tiga nomor sekaligus. Ia mengakui tantangan kali ini cukup berat, meski koreografinya sudah dipersiapkan sejak Kejuaraan Daerah.
Perjalanan Gendhis tidak lepas dari dukungan penuh orang tuanya, baik doa, biaya, maupun waktu. Meski lelah kerap menghampiri, ia selalu berusaha mengingat tujuan besarnya: meraih prestasi di masa depan.
Gendhis berharap dalam setahun ke depan bisa tampil di Kejuaraan Nasional. Ia bertekad untuk tetap disiplin, konsisten, dan mengikuti arahan pelatih. Menurutnya, mental yang matang, semangat, serta sikap baik sangat penting bagi siapa pun yang ingin menekuni renang artistik.
Selain itu, Gendhis juga berharap cabang olahraga ini bisa kembali diberangkatkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Pasalnya, pada PON 2024 lalu, Jawa Timur tidak mengirimkan atlet renang artistik, sementara terakhir kali cabang ini tampil di PON adalah pada 2021. [Imelda Faizza]






