Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Pemerintah Austria menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat pendidikan vokasi di Banyuwangi. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pengembangan kejuruan pariwisata dan pengelasan (welder) di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Kecamatan Muncar.
Kesepakatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen Development of Vocational Training Center dalam acara Inauguration of School Operation BPVP Banyuwangi, Jawa Timur.
Sejak beroperasi pada 2019, BPVP Banyuwangi telah menyelenggarakan ratusan pelatihan yang diikuti ribuan warga. Saat ini terdapat tujuh kejuruan yang dikembangkan, antara lain Pariwisata, Teknologi Pengolahan Pertanian, Fashion Technology, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Otomotif, Pertanian, dan Teknik Las.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Austria yang tak hanya memberikan dukungan pendanaan penuh, tetapi juga transfer pengetahuan, penguatan manajemen pelatihan, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kapasitas SDM melalui supervisi dan pendampingan para ahli Austria.
“Bidang pariwisata dan welder merupakan dua sektor yang saat ini paling banyak dibutuhkan. Ini adalah upaya untuk menghubungkan industri dengan SDM yang memiliki kompetensi terstandarisasi dan relevan dengan kebutuhan pasar,” ujar Yassierli.
Menurutnya, Banyuwangi dipilih karena memiliki potensi ekonomi besar, pertumbuhan pariwisata tinggi, serta industri konstruksi yang berkembang pesat dengan permintaan tenaga welder profesional.
“Penguatan vocational training centre ini sangat penting untuk menjawab kebutuhan industri. Harapan saya, BPVP bisa menjadi pusat pelatihan vokasi di kawasan timur Jawa,” imbuhnya.
Duta Besar Austria, Thomas Loidl, menyebut pengembangan vokasi ini merupakan bagian dari kemitraan 70 tahun antara Austria dan Indonesia. “Austria memiliki tingkat pengangguran rendah karena pendidikan vokasi yang kuat. Kami senang bisa mendukung program di Banyuwangi dan berharap berjalan sesuai harapan,” ucapnya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan terima kasih atas dukungan Kemnaker dan Austria. Menurutnya, pendidikan vokasi berstandar internasional ini akan membuka peluang lebih besar bagi anak-anak muda Banyuwangi.
“Dengan adanya standar internasional, kualitas SDM Banyuwangi meningkat. Peluang kerja di dalam maupun luar negeri makin lebar, bahkan bisa menjadi bekal berwirausaha,” ungkap Ipuk.
Kepala BPVP Muncar, Arsad, menambahkan, saat ini workshop pariwisata sudah membuka lima jurusan yakni management kitchen, management restaurant, management front office, house keeping, dan tour guide. Pendidikan berlangsung 6–8 bulan ditambah program on job training.
“Sementara untuk workshop welder akan segera digulirkan. Pendidikan gratis dengan fasilitas asrama untuk peserta luar kota. Pendaftaran dapat diakses secara online,” jelasnya.
Dalam acara tersebut, BPVP Banyuwangi juga menandatangani kerja sama dengan 10 mitra industri strategis guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan vokasi. [alr/beq]






