Surabaya (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur meningkatkan kualitas kesehatan atlet Puslatda sebagai persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTT–NTB. Sebanyak 200 orang, terdiri atas 151 atlet dan 49 pelatih, mengikuti medical check up (MCU) di Rumah Sakit Ubaya, meliputi pemeriksaan laboratorium, fisik, hingga jantung.
Humas RS Ubaya, Christanti, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah atlet dan pelatih mengalami gangguan kesehatan sehingga memerlukan tindak lanjut.
“Untuk hasil medical check up, ada beberapa temuan, dan hari ini kami sudah memaparkan kepada Pak Ketum (KONI Jatim) dan jajaran mengenai rangkuman hasil medical check up yang harus ditindaklanjuti oleh KONI Jatim,” ungkap Tanti, Kamis (21/8/2025).
Ia menambahkan, RS Ubaya siap mendukung proses pemulihan kesehatan atlet. Salah satu masalah paling banyak ditemukan adalah kondisi fisik akibat riwayat cedera.
“Mungkin untuk cedera pada sistem muskuloskeletal nanti kami bantu memfasilitasi proses return to competition di sport clinic kami,” ujarnya.
Wakil Sekretaris KONI Jatim, dr. Eko Nursucahyo, Sp.OG, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan ini menjadi skrining awal untuk melihat kondisi para atlet dan pelatih Puslatda.
“Ada beberapa, kira-kira 10 persen dari hasil yang sudah disampaikan, yang memiliki sedikit catatan. Sisanya, sebagian besar, lebih dari 90 persen, dalam keadaan normal,” kata Eko.
Hasil temuan tersebut akan menjadi acuan bagi KONI Jatim dalam pelaksanaan Puslatda. Atlet dan pelatih yang memiliki catatan kesehatan akan mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Ada beberapa catatan yang memang sudah disampaikan kepada kami. Nanti hasilnya akan kami koordinasikan dengan tim Binpres dan disampaikan kepada atlet serta cabang olahraga. Mereka yang memiliki catatan akan kami tindak lanjuti dengan treatment khusus,” ujar Eko yang juga koordinator tim kesehatan KONI Jatim.
Eko menambahkan, hasil tes kesehatan ini juga menjadi dasar bagi pelatih untuk menentukan program latihan sesuai dengan kondisi masing-masing atlet. Ia menegaskan, para pelatih dan atlet diminta benar-benar memperhatikan hasil tes kesehatan agar tidak berlebihan dalam latihan sehingga tidak timbul masalah kesehatan yang dapat memengaruhi performa saat pertandingan.
“Jadi, kekurangannya apa, nanti disesuaikan dengan kondisi atletnya,” tutupnya. [way/beq]






