Gresik (beritajatim.com)- Ratusan karyawan Pupuk Indonesia (PI) bersama Petrokimia Gresik (PG) turun ke bawah memberi inspirasi ke petani. Kali ini Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, menjadi tempat kepedulian karyawan terhadap masyarakat.
Kepedulian yang dikemas Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI) 2025 ini diikuti karyawan PI group.
Direktur SDM & Umum PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T Kemala Intan mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan. Tahun lalu dilaksanakan di Dieng Jawa Tengah.
“Melalui kolaborasi ini bisa menginspirasi insan Pupuk Indonesia Grup berbuat positif yang berdampak pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan untuk mendukung bisnis perusahaan,” katanya, Rabu (20/8/2025)
Sementara Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo menuturkan, kolaborasi ini diinisiasi sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan tidak hanya berorientasi pada profit, tapi juga harus memberikan kebermanfaatan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
“Karyawan-karyawan inilah yang nantinya akan menjadi penerus perusahaan, sehingga harus dibangun kepeduliannya terhadap masyarakat,” tuturnya.
Program AKSI yang diikuti oleh 100 karyawan Pupuk Indonesia Grup dari lintas unit kerja ini. Fokus pada empat pilar, yaitu pilar pertanian, sosial, pendidikan, dan lingkungan.
Selama berada di Desa Sumbersewu. Ratusan karyawan tersebut Di bidang pertanian melaksanakan sosialisasi pemupukan berimbang, edukasi hidroponik untuk ibu-ibu PKK, serta pengolahan lahan pascapanen semangka.
Di bidang pendidikan, peserta juga memberikan pembekalan kepada pelajar melalui simulasi tanggap bencana, pengenalan robotika, kelas inspirasi, dan pojok literasi.
Adapun di bidang sosial, kegiatan yang dilaksanakan meliputi senam massal dan pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan UMKM melalui penguatan kemasan dan branding, dan aksi bersih lingkungan dan gotong royong bersama warga.
“Ini menjadi bukti komitmen kami dalam mengawal ketahanan pangan, mendorong kemandirian masyarakat, serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari pembangunan nasional yang berkelanjutan,” pungkas Adityo Wibowo. [dny/aje]






