Blitar (beritajatim.com) – Sebuah operasi penertiban kendaraan di Simpang Empat Desa Duren, Talun, Kabupaten Blitar, berujung ricuh kemarin pagi. Seorang anggota Satlantas Polres Blitar, Aipda Zainul, terluka setelah ditabrak oleh sebuah pikap yang diduga sengaja menerobos razia.
Kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Aipda Zainul sedang bertugas menghadang kendaraan dalam operasi rutin. Menurut saksi mata, Refan Dila, seorang pedagang kaki lima, pikap yang melaju kencang dari arah timur secara tiba-tiba menerobos barisan polisi.
“Polisi sedang menghadang. Dia melihat pikap yang melaju kencang. Diduga pikap sengaja menerobos operasi. Polisi terlihat menghindar mundur, namun ternyata tertabrak pikap. Kaca depan pecah, polisi terpental beberapa meter,” ujar Dila.
Alih-alih berhenti, sopir pikap langsung tancap gas melarikan diri ke arah barat, meninggalkan kernetnya di lokasi. Petugas lain langsung mengejar pelaku, sementara Aipda Zainul yang terluka dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami luka di bagian kepala belakang, pelipis kiri, dan kaki.
Sopir Masih di Bawah Umur dan Tidak Punya SIM
Kasatlantas Polres Blitar, AKP Rio Angga Prasetyo, menegaskan bahwa insiden ini merupakan kasus tabrak lari yang disengaja. Setelah pengejaran, pelaku berhasil diamankan. Fakta mengejutkan terungkap, sopir pikap tersebut ternyata masih berusia di bawah 17 tahun, putus sekolah dasar, dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Pelaku mengaku takut saat melihat razia karena belum memiliki SIM,” jelas AKP Rio. “Dari bukti video dan keterangan saksi, ada unsur kesengajaan karena dia tidak mau mengikuti arahan petugas dan melaju dengan kecepatan tinggi.”
Pelaku saat ini didampingi orang tuanya untuk menjalani proses hukum sesuai peradilan anak. Pihak kepolisian juga telah melakukan tes urin terhadap sopir dan kernet, dan hasilnya dinyatakan negatif narkotika.
Sementara itu, kondisi Aipda Zainul dilaporkan stabil. “Sudah di-CT scan, tidak ditemukan cedera serius. Kami mohon doanya agar beliau segera pulih,” pungkas AKP Rio. (owi/ian)






