Surabaya (beritajatim.com) – Kadishub Provinsi Jatim, Nyono mengatakan masyarakat Jatim tampak antusias menggunakan angkutan kapal cepat dengan rute Pelabuhan Boom Banyuwangi-Pelabuhan Serangan Denpasar.
“Sejak kapal cepat Banyuwangi-Denpasar dilakukan soft operational pada awal Agustus kemarin, perkembangannya sangat bagus. Dulu awal-awal penumpangnya masih sekitar 50an, sekarang sudah mendekati 100 orang. Berangkat dari Banyuwangi 100 orang, kembalinya dari Denpasar 75 orang. Kapal cepat dalam satu hari ada satu trip PP. Dalam seminggu, hanya libur pada hari Selasa untuk maintenance,” kata Kadishub Provinsi Jatim, Nyono kepada beritajatim.com di kantornya.
Tiket kapal cepat yang menempuh waktu perjalanan 2,5 jam-3 jam itu ada dua kelas, yakni eksekutif dan VIP. Untuk pemberangkatan dari Banyuwangi, tiket eksekutif Rp 225 ribu dan VIP Rp 275 ribu. Sedangkan, pemberangkatan dari Denpasar, tiket eksekutif Rp 235 ribu dan VIP Rp 285 ribu.
Masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi menuju Pelabuhan Boom Banyuwangi, bisa memarkirkan kendaraannya di pelabuhan. Untuk tiket masuk area pelabuhan Rp 5 ribu dan biaya parkir Rp 5 ribu. Dalam satu hari, hanya dikenakan biaya parkir Rp 5 ribu.
“Waktu pemberangkatan dari Pelabuhan Boom Banyuwangi pada pukul 09.00 pagi dan pemberangkatan dari Pelabuhan Serangan Denpasar pukul 14.00 siang. Untuk grand launching kapal cepat oleh Bu Gubernur Jatim ini masih menunggu persiapan dan waktu yang tepat. Mudah-mudahan tingkat demand-nya dari masyarakat makin bagus setiap harinya,” tuturnya.
Bagaimana dengan kondisi arus dan gelombang di perairan saat menyeberang? “Kapal cepat ini selalu mendapatkan info dari BMKG terkait arus dan gelombang di Perairan Ketapang Banyuwangi. Ini karena terkenal arusnya sangat kencang. Jika arus kencang dan gelombang tinggi, maka kapal cepat berhenti beroperasi sementara,” pungkas Nyono. [tok/aje]






