Malang (beritajatim.com) – Dua tokoh nasional, Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla dan Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, S.H., S.U., M.I.P., menyampaikan pesan penting bagi ribuan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) dalam acara Rangkaian Acara Jelajah Almamater Brawijaya (RAJA Brawijaya) 2025 di Gedung Samantha Krida, Senin (11/8/2025).
Keduanya menekankan bahwa generasi muda harus memiliki mental juara, kerja keras, dan integritas untuk membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, Jusuf Kalla, menyampaikan bahwa bangsa Indonesia dibangun di atas dua fondasi utama: kecerdasan dan semangat.
Kedua hal ini, menurutnya, wajib menjadi pegangan setiap mahasiswa.
“Harus ada ilmu, semangat, kerja keras, dan akhlak,” tegasnya.
Ia mengibaratkan perjalanan mahasiswa seperti kompetisi olahraga. Menurutnya, generasi emas hanya bisa diraih oleh mereka yang tekun berlatih, gigih berusaha, dan tidak mudah menyerah.
“Selalu kita bicara generasi emas. Tapi generasi itu ada yang mendapat perunggu, perak, atau emas. Sama seperti olahraga, medali emas hanya diraih oleh mereka yang terus berlatih dan berusaha,” jelasnya.
Jusuf Kalla mengingatkan bahwa gelar generasi emas bukanlah label otomatis yang melekat pada semua anak muda, tetapi hasil dari proses panjang yang penuh kedisiplinan. Ia pun mengajak mahasiswa untuk selalu mengingat cita-cita mereka.
“Mahasiswa harus berperan aktif mengatasi tantangan besar bangsa, mulai dari kesenjangan pendapatan hingga masalah kemakmuran. Masa depan itu hidup kembali lewat semangat menuntut ilmu,” pesannya, disambut tepuk tangan meriah.
Sebelum mengakhiri, Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi kepada Rektor UB atas komitmen membina generasi penerus bangsa. “Selamat belajar untuk kalian semua,” pungkasnya.

Dalam talkshow laim, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI periode 2019–2024, Mahfud MD, menegaskan bahwa mahasiswa baru UB adalah calon pemimpin yang akan menentukan arah Indonesia pada 2045.
“Tidak ada orang sukses tanpa bekerja keras, dan tidak akan terhormat jika kamu mendahulukan rasa takut dan malas,” ujarnya.
Ia mengajak mahasiswa untuk berperan dalam penegakan hukum dan keadilan, tak hanya bagi mereka yang mempelajari hukum, tetapi seluruh warga negara.
“Hukum itu ada di hati dan nurani, ketidakadilan itu pasti akan dirasakan oleh hati nurani kalian,” tegas Mahfud MD, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008–2013.
Dengan mengelola sumber daya secara tepat, menegakkan keadilan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Mahfud yakin Indonesia akan mencapai cita-cita menjadi negara maju dan berdaulat.
Kehadiran Jusuf Kalla dan Mahfud MD di panggung RAJA Brawijaya 2025 menjadi motivasi kuat bagi ribuan mahasiswa baru untuk membangun mental juara. Maba UB diharapkan bisa memegang teguh integritas sekaligus bekerja keras demi terwujudnya Indonesia Emas 2045. (dan/ian)






