Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Magetan menargetkan penyelesaian pembangunan akses utama depan Stasiun Magetan pada tahun ini. Pj Sekda Magetan, Muhtar Wahid, menyebut proyek tersebut telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan, dimulai dari proses pembebasan lahan hingga pelaksanaan fisik.
“Tahun ini, insyaallah sudah difungsikan. Jalan depan stasiun sudah selesai, hanya tinggal menyelesaikan bagian atap trotoar sisi timur,” ujar Muhtar Wahid, Jumat (8/8/2025)
Pembangunan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemkab Magetan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU). Dalam kolaborasi tersebut, PT KAI juga memberikan bantuan berupa satu unit lokomotif yang akan dipajang di depan stasiun sebagai ikon.
“Kita dibantu lokomotif oleh PT KAI. Nanti kita yang memperbaiki dan menempatkannya di depan stasiun. Lokomotifnya buatan tahun 1960-an, bukan kereta uap, tapi sudah pakai mesin,” jelas Muhtar.
Total nilai proyek yang digelontorkan mencapai Rp1,3 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan jalan, trotoar, atap trotoar, pagar, gapura, hingga renovasi dan pemasangan lokomotif.
Menurut Muhtar, setelah pembangunan akses depan selesai, pintu masuk stasiun akan difungsikan melalui sisi depan. Sementara lahan di sisi kanan stasiun—yang sebelumnya digunakan sebagai akses masuk—merupakan milik PT KAI dan ke depan akan difungsikan untuk kepentingan internal perusahaan.
“Kalau kemarin kan masuknya lewat sebelah kanan stasiun. Nanti yang kanan itu akan dimanfaatkan PT KAI untuk fasilitas mereka. Pintu masuk resmi akan difungsikan lewat depan,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan akses transportasi dari dan menuju Stasiun Magetan, termasuk konektivitas ke kampus UNESA di Kecamatan Maospati. Namun, untuk saat ini, angkutan umum menuju stasiun belum tersedia.
“Saat ini belum ada angkutan umum dari UNESA ke stasiun. Tapi jalan sudah kita siapkan. Sementara, moda transportasi yang digunakan masih didominasi kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil,” tuturnya.
Upaya ini merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur transportasi untuk mendukung kenyamanan penumpang dan memperkuat peran Stasiun Magetan sebagai simpul mobilitas yang strategis di wilayah tersebut. [fiq/suf]






