Pasuruan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mulai menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang. Distribusi difokuskan di Kecamatan Lumbang dan Winongan yang mulai terdampak sejak awal Agustus.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan kegiatan distribusi sudah dimulai sejak Senin (4/8/2025) untuk mengantisipasi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada akhir bulan ini.
“Kami akan terus mengirim air bersih ke lokasi yang membutuhkan, agar warga tidak kesulitan mendapatkan pasokan air,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Setiap hari, BPBD mengirim pasokan air bersih dengan kapasitas 10 ribu liter. Di Kecamatan Lumbang, desa yang mendapat prioritas antara lain Karangjati, Pancur, Watulumbung, dan Bukukandang. Sementara di Kecamatan Winongan, penyaluran difokuskan di Desa Kedungrejo.
Sugeng menjelaskan, BPBD juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk bencana meteorologi lainnya dan berkomitmen tetap siaga selama musim kemarau berlangsung. Pemantauan lapangan dilakukan secara berkala untuk menilai perkembangan situasi. “Jika kekeringan semakin meluas, distribusi air akan diperluas ke desa-desa lain,” jelasnya.
Prakiraan cuaca menunjukkan akhir Agustus akan menjadi puncak musim kemarau di wilayah Pasuruan. BPBD berharap dampaknya tidak semakin parah. “Harapan kami, kekeringan tahun ini bisa terkendali dan tidak menjalar ke wilayah lain,” tambah Sugeng.
Bantuan air bersih ini mendapat sambutan positif dari warga karena sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah keterbatasan sumber air. [ada/beq]






