Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) terus mendorong peningkatan kompetensi siswa vokasi melalui pelatihan dan sertifikasi.
Selama setahun, pelatihan digelar enam kali oleh UPT Pengembangan Teknis Keterampilan dan Kejuruan (PTKK) Dindik Jatim, menggandeng Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LKS) Dirjen Vokasi Kemendikdasmen.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menekankan pentingnya sertifikasi bagi lulusan vokasi yang belum memiliki fasilitas praktik memadai. “Harapan kita kalau bisa seluruh lulusan vokasi memiliki pengakuan atau sertifikasi atas kompetensi mereka,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Ia menambahkan, pelatihan melibatkan praktisi dunia usaha dan industri agar materi yang diberikan sesuai kebutuhan lapangan. “Kita prioritaskan bagi murid yang belum mendapatkan ilmu di satuan pendidikan,” tegasnya.
Pada semester kedua ini, UPT PTKK menggelar pelatihan untuk kelas Milenial Job Center (MJC) angkatan 2 yang berlangsung 31 Juli-5 Agustus 2025.
Kepala UPT PTKK Endang Winarsih menjelaskan, peserta kelas MJC dibekali keterampilan bidang TI seperti pemrograman, pengembangan web/mobile, serta Desain Web, Desain Grafis, Animasi, Fotografi, dan Videografi.
“Kita harapkan peserta memiliki motivasi untuk berinovasi dan melihat peluang dalam menciptakan solusi digital,” kata Endang. Ia menegaskan pentingnya membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif dan kompetitif.
Setiap kelas diikuti 15 peserta. Sertifikasi menjadi bagian dari capaian akhir pelatihan. “Seluruh murid juga mendapatkan pengakuan atas skill mereka,” pungkas Endang. [ipl/aje]






