Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 12 pengantin di Surabaya melapor ke Polrestabes Surabaya usai menjadi korban penipuan dari Wedding Organazion (WO) Asrinaa MUA. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/811/VIII/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur (Jatim).
Salah satu korban, Andika Rahmat mengatakan laporan dugaan penipuan dan penggelapan itu dilaporkan pada Sabtu (2/7/2025) kemarin. Dalam keterangannya kepada polisi, 12 korban itu mengaku mendapat informasi tentang Asrinaa MUA dari media sosial Instagram.
“Saya datang ke rumahnya habis itu dia minta DP (uang muka), otomatis kita percaya karena kita gak tahu. DP pertama Rp3 juta DP kedua Rp2,6 juta,” kata Andika, saat dikonfirmasi, Rabu (6/8/2025).
Andika lantas diminta oleh pemilik WO Asrinaa MUA untuk melakukan pembayaran ketiga sebesar Rp 3 juta. Saat itu, terlapor beralasan uang tersebut untuk tim survey dekorasi.
“Habis gitu sampai sekarang (terlapor) nggak bisa dihubungi. Ternyata sudah banyak kasusnya, akhirnya baru kemarin Senin, (28/7/2025), saya datangi ke rumahnya,” ujarnya.
Ketika tiba di rumah Asrinaa, Andika mendapati rumah itu dalam kondisi kosong. Setelah bertanya ke para tetangga, Andika mendapatkan informasi jika Asrinaa sedang ada di Palembang, Sumatera Selatan untuk mengurus aset disana.
“Dia janjinya kembali tanggal 15 Juli tapi dihubungi bilangnya gak tepat semua, katanya kehabisan tiket dan gak pulang kalau gak bawa uang,” jelasnya.
Sementara itu, korban lain, Reyka Rusmala Dewi mengatakan, menemukan WO tersebut dari Instagram @Asrinaa_mua, Januari 2025. Dia juga langsung diminta memberikan uang sebesar Rp3,1 juta.
“Setelah saya DP pertama itu dia yang nggak mencurigakan sih, soalnya masih posting story-story (Instagram) gitu. Lah setelah saya pelunasan ini dia sudah mulai agak slow,” ujar Reyka.
Tak hanya itu, Reyka juga diminta untuk membayar lagi, senilai Rp4 juta dan Rp2,1 juta, di April 2025. Namun, terlapor tidak memberikan informasi apapun mengenai acara sampai H-2.
“Sudah saya bayar lunas, beberapa hari kemudian saya chat tanya rundown acara dijawab H-7 dikasih info. Terus berkata bisa datang untuk merias saja dan sampai hari H tidak datang,” ucapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanti membenarkan adanya laporan dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor pemilik Asrinaa MUA. Dari keterangan yang didapat polisi, pelaku menggunakan modus paket pernikahan murah. “Iya ada (laporan dari korban penipuan paket pernikahan murah),” singkat Rina. (ang/kun)






