Bojonegoro (beritajatim.com) – Antusiasme masyarakat Bojonegoro pecah saat mengikuti Jalan Sehat Bersarung dalam rangkaian NU FEST 2025 yang berlangsung di kawasan Kampus UNUGIRI, Jalan Ahmad Yani, Sabtu (2/8/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari semarak pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro bersama seluruh Badan Otonom (Banom), dan diikuti oleh sekitar 10.000 peserta.
Sejak fajar menyingsing pukul 05.30 WIB, ribuan warga mulai berdatangan ke lokasi. Panitia mengatur area parkir umum di halaman Gofun, Jalan Veteran, sementara tamu VIP diarahkan ke area depan Kampus UNUGIRI dan Kantor PCNU.
Kemeriahan acara tak hanya datang dari barisan peserta, tetapi juga dari puluhan stan bazar UMKM yang turut meramaikan acara. Sebanyak 70 stan menyajikan aneka produk lokal mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan tangan hasil karya warga Bojonegoro.
Ketua panitia NU FEST 2025, Nurul Huda menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ajang silaturahmi sekaligus ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.
Peserta jalan sehat dilepas langsung oleh Syuriah PCNU Bojonegoro KH Maimun Syafi’i, Tanfidziyah dr Kholid Ubed dan jajaran pengurus PCNU. Rute yang dilalui peserta dimulai dari lapangan belakang UNUGIRI ke arah Jalan Veteran, lalu berbelok ke Jalan Pondok Pinang, sebelum akhirnya kembali ke titik awal di Kampus UNUGIRI.
Selain olahraga bersama, kegiatan ini juga diramaikan dengan pengundian doorprize. Ratusan hadiah disiapkan panitia, termasuk hadiah utama berupa satu paket umroh, dua sepeda listrik, satu unit laptop, mesin cuci, kulkas, kompor gas, dan berbagai hadiah menarik lainnya.
Keberuntungan berpihak kepada Siti Ulfatin, warga Ledok Wetan, Bojonegoro, yang berhasil memenangkan hadiah utama paket umroh. Ia menerima secara simbolis dari pihak sponsor, yakni ChatTour dan Nuansa Group, di atas panggung utama.
Salah satu peserta, Wiwik, warga Kecamatan Kanor, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan acara. “Luar biasa meriah, penuh sesak dan ramai,” tuturnya dengan semangat.
NU FEST 2025 menjadi bukti bahwa sinergi antara keagamaan, kebersamaan, dan ekonomi kerakyatan mampu menghadirkan momen yang berkesan sekaligus membangkitkan semangat warga. [lus/ian]






