Blitar (beritajatim.com) – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Blitar mengambil langkah inovatif, di tengah gempuran digitalisasi dan AI. Bertempat di lokasi yang tidak biasa, Angkringan Pak Joko, Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Disnaker Kabupaten Blitar membuka program pelatihan barbershop bersertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) untuk para pencari kerja.
Program yang diberi nama SANG KAPTEN (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten) ini diikuti oleh 20 peserta dari 22 kecamatan se-Kabupaten Blitar. Mereka mendapatkan pelatihan Hair Styling Cutting yang dikemas dalam format 3-in-1. Program ini juga terintegrasi dengan pelatihan vokasi, uji kompetensi, dan magang industri.
Plt Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Nanang Adi Putranto, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari misi besar Pemkab Blitar untuk mencetak tenaga kerja unggul di era Indonesia Emas. Disnaker Kabupaten Blitar juga berharap melalui program ini akan lahir Barber Berkelas Dunia
“Kami ingin mencetak tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tapi juga tangguh menghadapi Indonesia Emas,” ujar Nanang, Jumat (1/8/2025).
Pelatihan vokasi akan berlangsung di LPK Erlin Estetika International Institute hingga 8 Agustus. Setelah itu, peserta akan menjalani uji kompetensi di LSP PARAS Surabaya dan dilanjutkan dengan magang kerja. Ini memastikan peserta tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap terjun langsung ke dunia kerja.
Sertifikasi BNSP: Syarat Wajib Barber Masa Kini
Nanang menegaskan, sertifikasi BNSP kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan syarat mutlak agar profesi barber tidak tergilas teknologi. Disnaker mendorong peserta untuk tidak hanya mahir dengan gunting, tetapi juga akrab dengan teknologi modern seperti aplikasi pelanggan dan tren gaya rambut berbasis AI.
Latip Usman, Kabid Pelatihan Kerja, Produktivitas, dan Transmigrasi Disnaker Blitar, menambahkan bahwa sertifikasi ini bisa menjadi “gerbang” bagi para barber lokal untuk menembus pasar global. “Sertifikasi ini bisa jadi gerbang ke luar negeri. Apalagi tren smart scissors dan aplikasi desain rambut sudah merambah dunia kecantikan,” kata Latip.
Menurut Latip, meskipun teknologi berkembang, sentuhan manusia dalam profesi barber tetap tidak tergantikan. Dengan demikian, pelatihan ini berfungsi sebagai jembatan agar keterampilan manual tetap relevan dan beriringan dengan kemajuan teknologi.
“AI tidak akan menggantikan kreativitas. Dengan pelatihan berstandar dan semangat belajar tinggi, Disnaker Kabupaten Blitar yakin profesi barber akan terus relevan,” tutup Latip. (owi/but)






