Lamongan (beritajatim.com) – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Lamongan menegaskan komitmennya dalam menekan angka kasus kanker di wilayah setempat. Melalui pendekatan promotif, preventif, dan suportif, YKI Lamongan tak hanya fokus pada penanggulangan, tetapi juga memperkuat langkah edukasi serta pencegahan dini di tengah masyarakat.
Ketua YKI Cabang Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa program edukatif telah menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA, serta kelompok organisasi wanita. Materi yang diberikan antara lain mencakup informasi seputar kanker serviks dan kanker payudara, yang menjadi dua jenis kanker paling umum di kalangan perempuan.
“Di sisi preventif, YKI Lamongan telah melayani vaksinasi HPV, IVA test, Pap Smear, hingga kolonoskopi sebagai upaya deteksi dini,” ujar Anis saat pelantikan pengurus YKI Cabang Lamongan periode 2025–2030 di Pendopo Lokatantra Lamongan, Jumat (1/8/2025).
Pada sisi suportif, YKI Lamongan menjalin kerja sama dengan YKI Jawa Timur untuk menyediakan rumah singgah bagi pasien kanker yang tengah menjalani pengobatan intensif. Fasilitas ini diharapkan bisa meringankan beban pasien, terutama dari kalangan keluarga kurang mampu.
Sepanjang tahun 2024, YKI Lamongan mencatat telah memberikan vaksinasi HPV secara gratis kepada 1.500 orang di 27 kecamatan. Jumlah ini akan diperluas dengan tambahan 250 dosis vaksin guna mendukung layanan pemeriksaan kanker gratis dari pemerintah pusat.
Langkah konkret YKI Lamongan ini mendapat pengakuan dari Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang turut hadir dalam pelantikan. Ia menilai YKI Lamongan telah aktif memberikan layanan yang menyeluruh, dari aspek edukasi hingga pendampingan pasien.
“Hal tersebut tentu merepresentasikan komitmennya dalam mewujudkan program prioritas Lamongan Sehat,” tutur pria yang akrab disapa Pak Yes itu.
Bupati Yuhronur juga memaparkan bahwa hingga awal 2024, tercatat sebanyak 2.300 kasus kanker di Lamongan, didominasi oleh kanker payudara dan leher rahim. Angka ini dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan indeks nasional yang berada di angka 1,2 kasus per 1.000 penduduk.
“Kondisi ini mendorong pentingnya gerakan masif untuk menekan laju pertumbuhan kasus melalui penyuluhan, pemeriksaan dini, serta pendampingan terhadap pasien,” ucapnya.
Ketua Bidang III Pendidikan dan Penyuluhan YKI Jawa Timur, Sri Adiningsih, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah strategis yang diambil YKI Lamongan. Menurutnya, pemberdayaan informasi adalah kunci utama dalam menekan kasus kanker.
“Karena salah satu faktor penyebab kanker adalah kurangnya informasi,” katanya. [fak/beq]






