Malang (beritajatim.com) – Tim peneliti dari Universitas Islam Malang (Unisma) menggali potret kesadaran lingkungan ekoliterasi di kalangan siswa sekolah dasar melalui pendekatan unik berbasis sastra. Dalam kegiatan pengambilan data yang berlangsung di SDN Petemon Surabaya, Kamis (31/7/2025), tim menemukan berbagai praktik inspiratif, termasuk kreativitas siswa dalam mengolah sampah kain perca menjadi produk bernilai guna.
Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ari Ambarwati, S.S., M.Pd. ini merupakan bagian dari program riset yang didanai oleh Kemendiktisaintek dengan judul ‘Aktualisasi Ekoliterasi di Sekolah: Kelayakan Desain Self-Curation Bacaan Sastra Berwawasan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan’.
Tim peneliti, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UNISMA, melakukan serangkaian kegiatan untuk mengumpulkan data, mulai dari penyebaran kuesioner, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, hingga kunjungan ke perpustakaan sekolah.
“Fokus kami adalah melihat bagaimana pengalaman ekoliterasi dapat diintegrasikan dan ditumbuhkan melalui bacaan sastra di lingkungan sekolah dasar,” ungkap Dr. Ari Ambarwati kepada beritajatim.com.
Menurutnya, sastra memiliki potensi besar untuk menanamkan nilai-nilai empati dan kepedulian terhadap lingkungan secara lebih menyentuh dan imajinatif dibandingkan metode pengajaran konvensional.
Di luar dugaan, penelitian ini tidak hanya memetakan pemahaman teoritis siswa, tetapi juga mengungkap aksi-aksi nyata yang sudah menjadi kebiasaan. Sebagian besar siswa mengaku sudah terbiasa membawa botol minum (tumbler) dan wadah bekal untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Salah satu temuan yang paling menonjol datang dari seorang siswi bernama Vio, yang pernah dinobatkan sebagai Putri Lingkungan pada 2024. Ia menunjukkan hasil karyanya dalam mendaur ulang sampah.
“Saya membuat proyek dengan memanfaatkan kain perca yang tidak digunakan jadi scrunchie (ikat rambut) karena ingin mengurangi sampah kain,” tutur Vio dengan bangga saat diwawancarai.
Kreativitas seperti ini menunjukkan bahwa konsep reduce, reuse, dan recycle telah dipahami dan dipraktikkan secara mandiri oleh para siswa. Pihak SDN Petemon Surabaya menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan penelitian ini. Sekolah tersebut dipilih karena dinilai telah memiliki program-program ramah lingkungan yang berjalan aktif.
Dengan data komprehensif yang berhasil dikumpulkan, tim peneliti UNISMA berharap dapat merumuskan model pendidikan ekoliterasi yang efektif dan dapat diterapkan secara luas.
“Harapannya, penelitian ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan lingkungan di Indonesia, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” tutup Dr. Ari. (dan/but)






