Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) secara resmi memulai babak baru dalam suksesi kepemimpinan dengan menggelar pengundian nomor urut bakal calon direktur untuk periode 2025-2029. Acara yang menjadi penanda dimulainya tahap penyaringan dengan pengundian nomor urut berlangsung di Graha Polinema Lantai 4 pada Kamis (31/7/2025).
Empat nama akademisi internal telah ditetapkan sebagai bakal calon dan siap bersaing untuk merebut kursi pimpinan salah satu politeknik terbaik di Indonesia. Keempatnya, termasuk salah satunya petahana (incumbent), telah memenuhi syarat minimal yang ditetapkan dan siap mengikuti tahapan selanjutnya.
Ketua Panitia Pemilihan Direktur Polinema, Ir. R. N. Akhsanu Takwim, S.T., M.T., menyatakan bahwa proses pemilihan ini berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Pemilihan Direktur Polinema mengacu pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 19 Tahun 2017, sama seperti pemilihan pimpinan di perguruan tinggi negeri lainnya.
Akhsanu menjelaskan bahwa proses penjaringan sempat diperpanjang hingga tiga kali untuk memenuhi kuota minimal empat bakal calon. “Alhamdulillah, setelah perpanjangan hingga 26 Juli 2025 dan melalui konsultasi dengan kementerian, kami berhasil mendapatkan empat kandidat yang semuanya berasal dari internal Polinema,” ujarnya.
Berikut adalah hasil pengundian nomor urut tahap penyaringan bakal calon direktur Polinema 2025 – 2029. Nomor urut calon 01 atas nama Jaswadi, S.E., Ak., M.Si., DBA., CA., CPA. Nomor urut calon 02 dengan nama.Ir. Pipit Wahyu Nugroho, M.T.
Sementara nomor urut calon 03 adalah Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT. dan Nomor urut calon 04 adalah Mohamad Zainurianto, Dipl.Ing.HTL, M.Sc. Setelah pengundian nomor urut, proses pemilihan akan memasuki beberapa tahapan berikutnya.
Dimulai 6 Agustus 2025, bakal calon akan menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka dalam Rapat Senat Terbuka. Acara ini dapat diikuti oleh seluruh sivitas akademika secara luring maupun daring. 6 Agustus 2025 (Siang), setelah pemaparan visi-misi, Senat akan menggelar Rapat Tertutup untuk melakukan penyaringan dari empat bakal calon menjadi tiga calon direktur.
Kemudian, 10 September 2025 akan ada puncak pemilihan akan dilaksanakan dalam Rapat Senat Tertutup. “Pada tahap ini, tiga calon direktur akan dipilih untuk menentukan pimpinan baru Polinema,” ucap Akhsanu kepada awak media.
Ketua Senat Politeknik Negeri Malang, Dr. Achmad Zaini, S.E., M.M., menjelaskan mengenai komposisi hak suara dalam pemilihan nanti. Menurutnya, hak suara terbagi antara Senat dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Komposisi suara adalah Senat memiliki 65% dan Kementerian memiliki 35%. Ini untuk menjamin sinergi antara kebijakan kampus dan arah kebijakan nasional,” terang Zaini.

Ia merinci bahwa jumlah anggota senat yang memiliki hak suara adalah 41 orang. Dengan porsi 35%, suara dari kementerian setara dengan sekitar 23 suara, sehingga total suara yang akan diperebutkan berjumlah kurang lebih 64 suara.
“Untuk menjaga independensi, panitia pemilihan sengaja dipilih dari kalangan non-senat,” tambahnya.
Panitia memastikan tidak akan terjadi kekosongan jabatan saat transisi kepemimpinan. Masa jabatan direktur saat ini akan berakhir pada bulan Oktober 2025, bertepatan dengan jadwal pelantikan direktur baru.
“Insya Allah proses estafet kepemimpinan akan berjalan aman dan lancar tanpa ada kekosongan jabatan, karena masa jabatan pejabat lama masih aktif hingga pelantikan pejabat baru,” tutup Akhsanu Takwim. (dan/ian)






