Gresik (beritajatim.com)– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) langsung bergerak cepat melakukan hasil verifikasi lapangan pasca kebocoran bahan baku di PT Gresik Gases Indonesia (Linde).
Ada beberapa rekomendasi yang dilayangkan pada perusahaan yang memproduksi gas industri oksigen dan nitrogen ini.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Gresik, Jauzi mengatakan, tindakan penanggulangan terkait dengan kejadian ini.
Pihaknya memerintahkan menghentikan suplai udara dengan emergency stop pada control room untuk menonaktifkan Air Separation Unit (ASU) di PT Gresik Gases Indonesia (Linde).
“Cara ini dilakukan supaya tidak ada lagi partikel debu beterbangan pasca kejadian kemarin malam,” katanya, Rabu (30/7/2025).
Selain itu lanjut dia, DLH Gresik juga meminta perusahaan ini menugaskan 13 orang ke Desa Romoo dan Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, membersihkan material perlite yang berada di lingkungan pemukiman warga.
“Saat ini sudah dilakukan pembersihan di area pemukiman dua desa tersebut dengan cara penyapuan dan meletakkan pada trash bag untuk di bawa kembali ke PT Gresik Gases Indonesia (LINDE),” ungkapnya.
Pihak PT Gresik Gases Indonesia (LINDE) imbuh Jauzi, juga telah berkoordinasi dengan technical expert untuk memastikan bahwa permasalahan harus tertangani sebelum dilakukan start up kembali.
“Rekomendasi kami setelah terjadi kebocoran, menempatkan material perlite pada area tangki oksigen. Selanjutnya, diserahkan kepada pihak ketiga yang memiliki izin,” tambahnya.
DLH Gresik juga meminta perusahaan bersangkutan melakukan uji kepadatan terhadap material perlite dengan menggunakan laboratorium teregistrasi dan terakreditasi KAN.
“Kejadian ini menjadi pelajaran berharga guna memastikan kejadian serupa agar tidak terulang kembali. Serta melakukan upaya pengelolaan dan pemantauan menyeluruh dari dampak yang ditimbulkan,” pungkas Jauzi. dny
Ini kronologis kebocoran PT Gresik Gases Indonesia (Linde).
Tanggal 29 Juli 2025 pukul 10.00 wib dilakukan proses plant stabilization (liquid). Pukul 19.30 wib terjadi perlite released (kebocoran) dari casing coldbox yang menyebabkan debu beterbangan di wilayah Desa Roomo dan Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Gresik.
Mengetahui ada kebocoran PT Gresik Gases Indonesia (LINDE) menghentikan supply udara dengan emergency stop pada control room untuk menonaktifkan Air Separation Unit (ASU).
Pukul 21.00 wib puluhan warga Desa Romoo dan Desa Sidomulyo mendatangi PT Gresik Gases Indonesia (LINDE) karena beberapa warga mengalami sesak dan mata pedih.
Atas kejadian ini perusahaan tersebut
menghentikan proses produksi. Sementara pihak desa mengadakan rapat dengan mengundang PT Gresik Gases Indonesia (LINDE) di kantor Desa Roomo yang juga dihadiri Muspika.
Tanggal 30 Juli 2025 DLH Gresik melakukan verifikasi lapangan ke PT Gresik Gases Indonesia (LINDE) dan ditemukan fakta lapangan adanya bahan perlite yang keluar melalui PRV (Pressure Release Valve) yang tidak mengandung limbah bahan berbahaya dan Beracun (B3). (ted)






