Ponorogo (beritajatim.com) – Progres renovasi gedung Sekolah Rakyat (SR) di kompleks Sentra IKM Ponorogo terus melaju. Hingga Sabtu (26/7/2025) lalu, pengerjaan fisik telah menembus 54,2 persen. Capaian ini melampaui target harian yang ditetapkan, kelebihan progres sebesar 20,6 persen.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana, bahkan cenderung lebih cepat dari jadwal kontrak yang masih menyisakan 24 hari. Dia pun optimis pada saat digunakan nanti tanggal 1 Agustus 2025, semua sudah dan siap, baik asrama maupun ruang kelas hingga fasilitas lainnya.
“Kurangnya tinggal beberapa bagian finishing. Saya lihat sendiri pengerjaannya cepat dan bagus,” kata Bupati Sugiri Sancoko, ditulis Senin (28/7/2025).
Tak hanya memastikan renovasi fisik selesai tepat waktu, Kang Giri sapaan akrabnya juga menyiapkan tambahan fasilitas penunjang yang menunjang aktivitas siswa. Di halaman luas Sentra IKM, akan dibangun area olahraga serbaguna seperti lapangan voli, basket, dan futsal. Menurutnya, seluruh sarana dan prasarana akan mengikuti saran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang Sabtu lalu meninjau langsung. Termasuk rencana penambahan teknologi pembelajaran seperti smart board di setiap ruang kelas.
“Saran dari Bu Gubernur semua kami patuhi. Beliau juga mengusulkan agar tiap kelas dikasih smart board agar bisa lebih optimal. Ini segera kami usulkan juga,” tambahnya.
Fasilitas penunjang lain juga dipastikan siap digunakan saat pembelajaran dimulai. Ruang kelas, asrama, meja-kursi belajar, hingga tempat tidur sudah mulai ditata. Sekolah Rakyat Ponorogo akan menampung 125 siswa dari keluarga tidak mampu yang masuk kategori desil 1. Rinciannya, 25 siswa tingkat SD, 50 siswa SMP, dan 50 siswa SMA.
“Barang-barang harus sudah masuk kamar. Tempat tidur diberi nama, tempat belajar juga. Nanti tinggal dimulai agar siswa siap masuk sistem berasrama,” jelas Kang Giri.
Sekolah Rakyat Ponorogo masuk dalam kategori 1B dan dijadwalkan mulai menggelar pembelajaran pada 1 Agustus 2025, serentak bersama 6 titik lainnya di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk kategori 1A, kegiatan belajar sudah dimulai lebih awal, yaitu pada 14 Juli lalu di 12 lokasi.
Untuk diketahui sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan perhatian khusus pada kesiapan Sekolah Rakyat di Ponorogo. Saat meninjau langsung lokasi SR yang berada di area seluas 4,5 hektare, Khofifah memberikan sejumlah masukan penting. Salah satunya usulan penambahan lonceng sebagai penanda aktivitas keseharian siswa.
“Anak SD perlu perhatian lebih, termasuk soal bangun pagi. Maka lonceng bisa jadi penanda waktu, baik saat bangun, istirahat, maupun kegiatan sekolah lainnya,” tutur Khofifah usai berkeliling meninjau lokasi SR di Ponorogo, Sabtu (26/7/2025) lalu.
Usulan pemasangan lonceng ini bukan sekadar simbol tradisi. Menurut Khofifah, keberadaan lonceng penting untuk membentuk ritme keseharian siswa, khususnya mereka yang tinggal di asrama. Terlebih, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama. Di mana di SR Ponorogo terintegrasi, yakni ada siswa dari SD, SMP dan SMA.
“Lalu wali asrama, mungkin karena ada SD. Wali asramanya harus ditambah, anak SD harus dibangunkan. Kalau anak SMA tidak perlu ya,” katanya. (end/but)






