Jember (beritajatim.com) – Mahasiswa Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, didominasi perempuan. Hampir 70 persen mahasiswa di kampus Unej berjenis kelamin perempuan.
Humas Universitas Jember melansir, dari 44.908 mahasiswa Unej yang aktif dan tidak aktif berdasarkan data 2024, persentase laki-laki mencapai 31 persen dan perempuan 69 persen.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Veronica Tan mengapresiasi besarnya jumlah mahasiswi tersebut. “Seneng banget. Ini artinya keluarganya sudah mendorong kesempatan belajar kepada anak. Bukan hanya anak laki-laki, tapi setara,” katanya, upacara wisuda periode I tahun akademik 2025/2026 di kampus Universitas Jemberr, Sabtu (26/7/2025).
Veronica menyebut ini sebuah perubahan positif dalam masyarakat yang harus didorong. “Kita jadikan modelling gerakan kepada universitas lain., dan balik lagi, kepada keluarga untuk memberikan akses yang sama kepada anak laki-laki dan perempuan,” katanya.
Veronica Tan sebenarnya khawatir dengan masih maraknya pernikahan di bawah umur yang didorong oleh faktor budaya atau lingkungan sosial yang memunculkan stigma soal pernikahan. “Stigma seperti ini yang butuh pendampingan psikolog,” katanya.
Dari para wisudawan Unej, Veronica berharap akan tumbuh keluarga yang melahirkan anak-anak yang baik dan sehat. “Karena mama dan papanya sudah terdidik,” katanya. [wir]






