Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember (Unej) siap mendukung pembangunan pabrik pupuk organik oleh Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Rektor Unej Iwan Taruna menilai masih perlu ada pembicaraan detail mengenai konsep dan persiapannya.
“Itu kan nanti menyangkut bahan baku. Kita bikin pabrik organik, tapi bahan bakunya susah. Itu kan jadi masalah. Bagaimana mengumpulkan bahan baku yang berserakan,” kata Lalu kultur masyarakat kita. Pupuk organik itu nanti akan dibagikan gratis. Tapi mereka belum terbiasa dengan pupuk organik,” kata Iwan, ditulis Kamis (8/12/2022).
Menurut Iwan, petani di Jember masih cenderung memakai pupuk kimia yang dianggap lebih cepat dan banyak menghasilkan panen. “Padahal tren di luar (Jember) sudah mulai meninggalkan pupuk kimia. Ada segmen pengguna produk-produk organik,” katanya.
Universitas Jember saat ini sudah memiliki lembaga sertifikasi organik yang siap membantu sertifikasi produk organik petani. Yuli Witono, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unej, mengatakan, sudah ada penelitian soal pupuk organik multifungsi. “Jadi dia bisa sebagai pupuk, bisa merecovery kesuburan tanah, maupun sebagai biopestisida. Ini harus dikapitalisasi,” katanya.
Pupuk organik multifungsi ini sudah diujicoba di Jogjakarta. “Kami mitra pemerintah daerah, menghasilkan teknologi. Kalau memang mau dipakai, harus ada kesepakatan yang jelas, termasuk business process-nya bagaimana. Memang tidak mudah mengumpulkan material (bahan baku). Sustainability-nya tidak mudah,” kata Yuli.
Sebelumnya, Bupati Hendy Siswanto mengatakan, pupuk organik merupakan solusi di tengah kelangkaan pupuk bersubsidi akibat imbas dari kebijakan pengurangan jenis pupuk bersubsidi dan jenis tanaman yang mendapatkan pupuk bersubsidi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unej”]
“Kami memberikan edukasi kepada petani dalam setiap kesempatan penyuluhan, pelatihan dan sekolah lapang untuk selalu efisien dan berimbang dalam penggunaan pupuk kimia dan mulai beralih menggunakan pupuk organik,” kata Hendy.
Pemkab Jember juga mendirikan pabrik pupuk organik tahun deoan. “Konsep pembangunan dan pengembangan pabrik pupuk organik berbasis kelompok tani. Pengolahan limbah organik berupa kotoran hewan, limbah pertanian, dilakukan di kelompok tani, sampai menjadi barang setengah jadi,” kata Hendy.
“Barang setengah jadi ini yang nantinya akan dibeli oleh pabrik pupuk organik, yang kemudian akan dilakukan pengayaan dengan beberapa bahan organik lain maupun agensi hayati yang dibutuhkan dan bersifat spesifik lokasi,” kata Hendy.
Pupuk yang sudah jadi ini kemudian diberikan kepada petani. “Jadi berkembangnya pabrik pupuk organik akan selaras dengan perkembangan kelompok tani,” kata Hendy. [wir]






