Tuban (beritajatim.com) – Polemik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, akhirnya mereda setelah pihak Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan menerima permintaan maaf dari Kepala Desa Pucangan. KDMP yang sempat dibongkar usai diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu dipastikan segera kembali beroperasi.
Permasalahan muncul ketika Pemerintah Desa Pucangan tidak mengakui kerja sama yang telah terjalin sejak awal dengan Ponpes Sunan Drajat Lamongan. Padahal, pondok pesantren tersebut telah memberikan dukungan modal, fasilitas, hingga legalitas pendirian KDMP.
Sebagai respons atas sikap tersebut, PT Perekonomian Sunan Drajat membongkar fasilitas KDMP di Desa Pucangan pada Selasa, 22 Juli 2025. Namun keesokan harinya, Rabu, 23 Juli 2025, Kepala Desa Pucangan, Santiko, menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kekeliruan karena tidak menyebut peran penting Ponpes Sunan Drajat.
Permohonan maaf tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui silaturahmi resmi ke Ponpes Sunan Drajat di Lamongan pada Kamis, 24 Juli 2025. Kunjungan ini dilakukan oleh Kepala Desa Pucangan didampingi Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban Agus Wijaya, serta perwakilan dari Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur.
Direktur Sarana dan Prasarana PT Perekonomian Sunan Drajat, Moh. Khomsun, S.H., membenarkan pertemuan tersebut dan menyebut bahwa pihak pesantren telah menerima permintaan maaf dengan penuh keikhlasan.
“Tadi malam pihak Kopdes didampingi Kadis Koperasi Provinsi dan Kadis Koperasi Kabupaten Tuban sudah berkunjung ke tempat kami untuk menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan yang bersangkutan,” tutur Moh. Khomsun, Jumat (25/7/2025).
Ia menegaskan bahwa Ponpes Sunan Drajat menerima dengan baik permintaan maaf tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terjadi kembali di masa mendatang. “Karena kami tidak ingin niat baik ditumpangi orang-orang yang hanya ingin nama tapi tidak kerja,” tegasnya.
Khomsun juga menegaskan komitmen pesantren dalam mendukung program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo. Bahkan sehari sebelum pertemuan tersebut, pihaknya juga telah memberikan dukungan kepada KDMP di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
“Target kita Insya Allah bisa mensupport 100 KDMP di Indonesia dan kami menerima serta menyetujui surat permohonan supaya kami bisa kembali mensupport KDMP di Pucangan,” ujarnya.
Meski telah menyatakan dukungan, Khomsun menjelaskan bahwa pihaknya masih menyiapkan pengiriman sejumlah barang kebutuhan KDMP secara bertahap. Ia memastikan prosesnya dilakukan secara matang agar lebih efisien dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Tentu harapannya untuk memudahkan akses masyarakat desa yang lebih luas dan bermanfaat,” pungkasnya. [dya/beq]






