Lamongan (beritajatim.com) – Satlantas Polres Lamongan kembali menggelar program Polantas Menyapa, kali ini dikemas dalam suasana santai bertajuk “Ngopi Bareng” bersama komunitas roda dua dan roda empat. Kegiatan berlangsung di Aconk Cafe, Jalan Veteran Lamongan, dan menjadi ajang dialog terbuka sekaligus edukasi tentang pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.
Sejumlah komunitas motor dan transportasi turut ambil bagian, di antaranya Vixion Lamongan Riders (VILAR), Relawan Lamongan Pendamping Ambulans (RLPA), Community Beat Babat Lamongan (COMBAT), Kaze Lamongan, RX King LA, Yamaha NMAX Club Indonesia (YNCI), Siluman Bebek Lamongan, komunitas ojek online dari Gojek dan Grab, serta ojek konvensional dari Kecamatan Deket.
Perwira Menengah Korlantas Polri, Kompol Randy Asdar, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis yang bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif terhadap keselamatan lalu lintas. Ia menekankan bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.
“Keselamatan berlalu lintas bukan hanya urusan polisi, tetapi tanggung jawab semua pihak. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membangun kesadaran kolektif dan memperkuat kemitraan antara kepolisian dan masyarakat,” ujar Kompol Randy, Kamis (24/7/2025).
Kompol Randy juga menyampaikan materi seputar keselamatan berlalu lintas dan peran penting komunitas dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Lamongan, Iptu Fifin Yuli Subagyo, menyampaikan bahwa pihaknya terus membuka ruang dialog dengan masyarakat demi mendengarkan aspirasi langsung dari lapangan. Menurutnya, pendekatan seperti ini membuat kebijakan dan pelayanan kepolisian lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami membuka ruang dialog seperti ini, agar masyarakat bisa menyampaikan unek-uneknya secara langsung. Tadi ada masukan soal pos polisi di simpang tiga Deket, edukasi pengendara di bawah umur, dan penertiban balap liar. Semua akan menjadi bahan evaluasi kami,” ujar Iptu Fifin.
Dalam sesi tanya jawab interaktif, berbagai aspirasi disampaikan oleh peserta. Komunitas ojek pangkalan berharap kehadiran polisi di lapangan bisa lebih rutin, serta pos polisi yang lama tidak aktif dihidupkan kembali.
Komunitas ojek online menekankan pentingnya edukasi lalu lintas yang menyasar pengendara muda, sedangkan beberapa klub motor meminta agar Satlantas lebih tegas menindak aksi balap liar yang kerap meresahkan warga. [fak/beq]






