Gresik (beritajatim.com) – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali meresahkan warga Kabupaten Gresik. Salah satu pelaku berinisial RAS berhasil ditangkap polisi setelah beraksi di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Gresik, pada 10 Juni 2025. Bersama dua rekannya yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO), RAS merupakan bagian dari komplotan spesialis curanmor asal Surabaya.
RAS, warga Kelurahan Sememi, Kota Surabaya, mengakui kepada polisi bahwa dirinya tidak beraksi sendiri. Ia bersama dua rekannya, DH dan MA, melakukan pencurian sepeda motor Honda Vario L 4909 QU milik pengunjung warung kopi.
“Ketiga pelaku itu merupakan spesialis curanmor, beraksi sekitar pukul 2.30 WIB saat warga lengah,” kata Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uwais Al-Qarni Aziz, Rabu (23/7/2025).
Tak hanya motor, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban, termasuk ponsel, dompet, dan uang tunai. Polisi langsung menelusuri jejak komplotan tersebut yang diduga kuat merupakan jaringan bandit curanmor asal Surabaya.
“Dari laporan yang masuk mereka termasuk jaringan bandit curanmor Surabaya,” ungkap Abid.
“Terkenal komplotan yang licin, kami mendapati informasi mereka jaringan bandit curanmor asli Surabaya,” tambah alumnus Akpol 2015 itu.
Setelah dilakukan penyelidikan selama sebulan, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap RAS, pemuda 21 tahun yang terlibat dalam aksi tersebut.
“Di hadapan penyidik RAS baru pertama kali ikut beraksi, namun kami tetap melakukan pengembangan. Termasuk memburu dua rekannya yang masuk DPO,” terang Abid.
Awalnya RAS sempat mengelak keterlibatannya, namun tak bisa menghindar setelah petugas menunjukkan rekaman CCTV dari warung kopi tempat mereka beraksi.
“Motor hasil curian sudah dijual teman saya, hasilnya untuk main judi dan game online,” ujar RAS kepada penyidik. [dny/ian]






