Gresik (beritajatim.com) – Pasca mempersiapkan Sekolah Rakyat, Pemda Gresik bergerak cepat berguru studi tiru ke CT Arsa Foundation di Sukoharjo, Jawa Tengah. Dipilihnya lembaga pendidikan ini, karena sejak tahun 2018 mengelola sekolah inklusif bagi keluarga kurang mampu.
CT Arsa Foundation, satu angkatan diisi 200 siswa. Dari jumlah tersebut, banyak siswanya diterima di universitas terbaik nasional maupun luar negeri, dengan beasiswa penuh.
Kepala Sekolah SMA Unggulan CT Arsa Foundation, Usdiyanto mengapresiasi langkah Pemda Gresik melakukan studi tiru menciptakan pendidikan berkualitas Sekolah Rakyat.
“Tidak banyak sekolah mendapatkan perhatian begitu serius. Saya optimis dukungan pimpinan daerah bisa mengadopsi bagaimana mengelola Sekolah Rakyat yang terbaik serta menghasilkan lulusan siswa yang berkualitas ,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
Sementara Bupati Fandi Akhmad Yani, atau akrab dipanggil Gus Yani menuturkan, konsep pendidikan CT Arsa sangat relevan untuk diterapkan di Sekolah Rakyat Gresik melalui pendidikan yang berkualitas dan terstruktur.
“Sebagai persiapan, kami ajak kepala sekolah, calon guru, dan wali asrama untuk melihat langsung bagaimana CT Arsa Foundation telah berjalan sejak tahun 2018. Satu angkatan diisi 200 siswa dari keluarga kurang mampu, dan lulusannya banyak diterima di perguruan tinggi terbaik,” tuturnya.
Kabupaten Gresik menjadi daerah pertama yang melakukan benchmarking ke CT Arsa Foundation dalam upaya memberikan pendidikan berkualitas bagi Sekolah Rakyat Gresik.
Melalui studi tiru ini, mudah-mudahan bisa mengimplementasikan program prioritas presiden, yaitu memutus rantai kemiskinan keluarga mereka melalui pendidikan terbaik dan berkualitas.
Mereka meninjau langsung proses belajar-mengajar, fasilitas laboratorium, asrama, hingga sarana makan bersama. Pendekatan yang holistik ini diharapkan dapat diterapkan di Gresik.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat di Gresik akan mulai masuk tanggal 30 Juli 2025. Sebanyak 75 murid akan belajar sekolah berasrama di sekolah rakyat Gresik.
Pemda setempat memanfaatkan bangunan sekolah sks UPT SMP Negeri 30 Gresik, berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Tahun depan akan dibangun Sekolah Rakyat di Bumi Perkemahan Raci Tengah Sidayu plus fasilitas asrama dan masjid. [dny/kun]






