Yogyakarta (beritajatim.com)— Ginjal merupakan organ vital yang berperan menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Sayangnya, kesehatan ginjal sering kali terabaikan hingga muncul gangguan yang serius, terutama pada kelompok usia lanjut.
Seiring bertambahnya usia, fungsi ginjal secara alami akan menurun. Ditambah lagi pola hidup yang kurang sehat seperti konsumsi makanan tinggi gula dan garam bisa memperburuk kondisi ginjal. Hal ini menjadikan lansia sebagai kelompok yang paling rentan terhadap gangguan ginjal.
Menurut Fiona Loud, Direktur Kebijakan Kidney Care UK, ada tiga jenis gangguan ginjal yang paling umum dialami oleh lansia, dan penting untuk dikenali sejak dini.
1. Penyakit Ginjal Kronis (CKD)
Penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) menjadi masalah utama yang banyak menyerang lansia. Data dari Kidney Care UK menyebutkan bahwa satu dari sepuluh orang di Inggris hidup dengan kondisi ini.
“Seiring bertambahnya usia, fungsi ginjal akan menurun. Ini adalah proses alami, tetapi bisa semakin memburuk karena tekanan dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi,” ujar Fiona Loud.
CKD berkembang perlahan dalam lima tahap dan sering kali tidak menunjukkan gejala berarti di awal. Gejala baru dirasakan saat sudah memasuki tahap lanjut, seperti kelelahan, sesak napas, pembengkakan, hingga perubahan warna urine.
2. Cedera Ginjal Akut (AKI)
Lansia juga berisiko tinggi mengalami cedera ginjal akut atau acute kidney injury (AKI), yaitu kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara tiba-tiba.
Penyebab AKI bisa beragam, mulai dari infeksi saluran kemih berulang, infeksi berat, hingga gangguan pencernaan. AKI lebih berbahaya jika tidak segera ditangani karena bisa memperparah kondisi kesehatan dan menyebabkan komplikasi serius.
3. Risiko dari Obat-obatan Tertentu
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen memang umum digunakan untuk meredakan nyeri, namun jika dikonsumsi jangka panjang tanpa pengawasan, dapat merusak ginjal.
“Orang dengan tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau masalah ginjal sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi NSAID,” tegas Fiona. Konsultasi medis tetap menjadi langkah bijak sebelum penggunaan obat pereda nyeri, terutama bagi lansia.
Tips Sederhana Menjaga Kesehatan Ginjal di Usia Lanjut
Penting bagi lansia dan siapa saja yang memiliki faktor risiko untuk menjaga kesehatan ginjal. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan sehari-hari:
Kontrol kadar gula darah
Bagi penderita diabetes, stabilkan kadar gula melalui pola makan, olahraga, dan obat sesuai anjuran dokter.
Pantau tekanan darah
Cek tekanan darah secara rutin dan minum obat sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
Periksa fungsi ginjal secara berkala
Lakukan tes darah dan urine minimal setiap dua tahun sekali, atau lebih sering jika punya riwayat diabetes atau hipertensi.
Tangani infeksi saluran kemih sejak awal
Jangan abaikan gejala ISK seperti nyeri saat buang air kecil atau urine keruh.
Kendalikan kolesterol
Terapkan pola makan sehat dan konsumsi obat jika diperlukan.
Minum cukup air dan jaga pola makan
Pilih makanan rendah garam dan tinggi serat, serta hindari makanan olahan.
Hindari rokok dan alkohol
Kedua zat ini bisa memperparah kerusakan ginjal dan meningkatkan risiko penyakit lainnya.
Pertahankan berat badan ideal
Berat badan berlebih bisa memaksa ginjal bekerja lebih keras.
Aktif bergerak setiap hari
Olahraga ringan seperti jalan kaki selama 30 menit sudah cukup membantu menjaga kesehatan ginjal.
Menjaga kesehatan ginjal tidak harus sulit. Dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin, risiko gangguan ginjal bisa ditekan, khususnya pada usia lanjut. Deteksi dini dan tindakan preventif tetap menjadi kunci menjaga kualitas hidup yang lebih baik. [aje]






