Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) menggelar pelatihan pengembangan kompetensi kepemimpinan bagi kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se-Jatim di Gedung Sabha Nugraha, Surabaya.
Pelatihan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas manajerial dan kepemimpinan transformatif para kepala sekolah dalam menghadapi tantangan sistem pendidikan yang terus berubah.
Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Andi Taufik menyampaikan pentingnya kepemimpinan berbasis penguasaan diri sebagai fondasi untuk memimpin orang lain.
Ia menekankan bahwa kepala sekolah perlu memiliki kemampuan emosional dan mental yang matang agar dapat menjadi penggerak perubahan di satuan pendidikan.
“Kepemimpinan sejati terletak pada kemampuan menguasai diri sendiri. Hanya mereka yang telah selesai dengan pergulatan dirinya sendirilah yang mampu memimpin orang lain,” kata Andi, ditulis Minggu (20/7/2025).
Narasumber lain, Isman AP dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, menyoroti pentingnya keberanian berinovasi di lingkungan sekolah. Ia mendorong kepala sekolah menciptakan ruang uji coba kebijakan di masing-masing satuan pendidikan sebagai bagian dari transformasi layanan publik.
Sementara itu, Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menyatakan bahwa kepala sekolah kini dituntut tidak hanya andal secara administratif, tetapi juga visioner, kolaboratif, dan mampu menciptakan program konkret yang berdampak langsung pada mutu pembelajaran dan kesejahteraan guru.
“ASN (Aparatur Sipil Negara) harus menjadi agen perubahan. Bangunlah budaya kerja yang inovatif, kemudian proaktif dalam bekerja demi tercapainya pelayanan publik yang lebih baik dan berkualitas,” kata Aries.
Di kesempatan sama, ia juga menyinggung beberapa program unggulan yang tengah dijalankan Dindik Jatim, seperti PROTEG (Program Terapan Ekonomi Guru) untuk mendukung kemandirian ekonomi guru honorer dan East Java Innovative Education Summit (EJIES) yang mewadahi inovasi dari para kepala sekolah dan pimpinan Dindik di seluruh wilayah.
Selain itu, terdapat program School Food Care di 29 sekolah sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Aries berharap hasil pelatihan ini segera diimplementasikan di masing-masing sekolah dan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di Jawa Timur secara menyeluruh. [ipl/aje]






