Pasuruan (beritajatim.com) – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan dua korban kecelakaan perahu di perairan Pasuruan dalam kondisi meninggal dunia. Kabar ini disampaikan oleh Komandan Operasi SAR Basarnas Jawa Timur, Gani W, yang memastikan kedua jenazah kini berada di RSUD Grati untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Ya benar sudah ketemu dua orang, saat ini korban masih kita identifikasi di RSUD Grati,” ujar Gani, Selasa (15/7/2025). Namun Gani belum memberikan keterangan rinci terkait identitas kedua korban tersebut.
Gani menjelaskan, kecelakaan perahu tersebut mengangkut total 21 orang penumpang. Dari jumlah itu, sebelumnya telah ditemukan 16 orang dalam kondisi selamat. Sedangkan dua orang yang ditemukan tewas pada operasi pencarian kali ini menambah daftar korban meninggal yang sebelumnya telah ditemukan atas nama Acham Asfihani dan Winarso. Kedua korban sebelumnya tercatat berasal dari Kabupaten Malang dan Singosari, yang jasadnya ditemukan pada 14 dan 15 Juli 2025.
Salah satu korban selamat dalam peristiwa ini adalah Mochammad Nur Ikhwan, seorang pelajar asal Kota Pasuruan. Ia berhasil dievakuasi meski rekan satu kelompoknya, Muzakky, masih belum ditemukan hingga saat ini.
Selain dari Kota Pasuruan, para korban diketahui berasal dari sejumlah wilayah lain seperti Malang, Gondangwetan, Lekok, Rejoso, hingga Singosari. Mereka terdiri dari pelajar, buruh, satpam, hingga nelayan yang saat itu tengah menaiki perahu nahas tersebut.
Perahu yang mereka gunakan dinakhodai oleh Jalaludin dan Sahrul, yang keduanya selamat. Saat ini, kedua nakhoda tersebut tengah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian guna mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan Basarnas, Polairud, TNI AL, BPBD, relawan, serta warga setempat. Tim SAR gabungan berharap seluruh korban segera ditemukan agar keluarga masing-masing memperoleh kepastian nasib orang-orang tercintanya. [ada/beq]






