Pasuruan (beritajatim.com) – Kabupaten Pasuruan berhasil finis di peringkat kedelapan klasemen akhir Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX 2025. Hasil ini dinilai cukup membanggakan, namun DPRD Kabupaten Pasuruan tetap menekankan perlunya pembenahan, terutama terkait fasilitas latihan para atlet.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andre Wahyudi, mengungkapkan capaian kontingen Pasuruan ini diperoleh di tengah masa transisi kepengurusan Koni. Meski demikian, evaluasi akan tetap diberikan agar prestasi dapat meningkat pada gelaran Porprov mendatang.
“Kalau pembibitan atlet kan memang prosesnya panjang dan ini Ketua Koni sendiri baru saja dilantik. Namun kami akan beri evaluasi untuk ajang Porprov ke depan,” ujar Andre, Selasa (15/7/2025).
Andre menilai ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang perlu diberi perhatian lebih karena selalu menjadi lumbung medali, seperti pacuan kuda dan senam. Namun di sisi lain, masih banyak cabor yang kesulitan mendapatkan tempat dan sarana latihan memadai.
“Tak hanya tempat latihan, para cabor juga kesulitan untuk mendapatkan fasilitas lainnya seperti cabor selam yang selama ini fasilitasnya minim,” ungkapnya.
Andre juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap para atlet usai meraih medali, apakah dalam bentuk uang tunai maupun beasiswa. Menurutnya, apresiasi semacam itu akan memacu motivasi atlet-atlet muda.
“Pemerintah juga perlu memperhatikan apa yang diperoleh para atlet setelah mendapatkan medali. Apakah uang tunai atau beasiswa. Mengingat atlet kita sangat minim,” tegas Andre.
Ke depan, DPRD Kabupaten Pasuruan menargetkan agar pada Porprov berikutnya daerahnya bisa menembus tiga besar klasemen. Untuk itu, ia meminta Dispora dan Koni agar lebih intens dalam mengidentifikasi serta menginventarisir potensi atlet lokal.
Sebagai catatan, pada Porprov Jatim IX 2025, Kabupaten Pasuruan mengoleksi 30 medali emas, 35 perak, dan 37 perunggu dengan total poin 227, menempatkannya di posisi delapan besar dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. [ada/beq]






