Jeddah (beritajatim.com) – Sebanyak lima jemaah haji dari embarkasi Surabaya (SUB) masih menjalani perawatan di rumah sakit (RS) di Arab Saudi, karena sakit yang dideritanya.
Di samping itu, sebanyak 35 jemaah haji lain dari berbagai embarkasi di Indonesia juga menjalani perawatan kesehatan serupa di Arab Saudi.
Dengan demikian, sebanyak 40 jemaah haji Indonesia tahun 2025 belum bisa kembali ke Tanah Air karena hambatan kesehatan, meski sejak 10 Juli 2025 lalu, seluruh kloter jemaah haji Indonesia telah diterbangkan ke Tanah Air.
Konsul Haji pada Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah, Nasrullah Jasam, Senin (14/7/2025), mengatakan, pihaknya memastikan terus memberikan pendampingan kepada jemaah haji yang menjalani perawatan.
Mengutip website Kemenag RI, Senin siang, jemaah yang dirawat di RS Arab Saudi ini berasal dari sejumlah embarkasi.
Ada satu jemaah dari Embakasi Banjarmasin (BDJ) dan Kertajati (KJT); dua jemaah dari Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG), Embarkasi Lombok (LOP), dan Embarkasi Padang (PDG); tiga jemaah dari Embarkasi Makassar (UPG); empat jemaah dari Embarkasi Batam (BTH); dan lima jemaah dari Embarkasi Aceh (BTJ), Embarkasi Palembang (PLM), Jakarta – Bekasi (JKS), Embarkasi Solo (SOC), dan Embarkasi Surabaya (SUB)
“Bagi keluarga yang ingin mengetahui keadaan jemaah yang dirawat di RS Arab Saudi, kami sudah siapkan tim penghubung yang bisa dihubungi, baik di Madinah, Makkah, dan Jedaah,” tegas Nasrullah.
“Saat ini, ada juga lima perawat Indonesia yang ada di Saudi dan kita rekrut untuk membantu memantau perkembangan kondisi kesehatan jemaah haji,” tambahnya.
Berikut daftar nama dan nomor kontak tim penghubung KUH dan Tim Perawat:
1. Ahmad Hasidin (Tim KUH di Madinah): +966 50 300 6176
2. Hesti (Perawat di Madinah): 0535132495
3. Dwi (Perawat di Madinah): 0535495392
4. Misbah Baharun (Tim KUH di Makkah): +966 56 155 2687
5. Fitri (Perawat di Makkah): 0534992418
6. Meyka (Perawat di Makkah): 0506393462
7. Azzam Mahfudz (Tim KUH di Jeddah): +62 535 161741
8. Devi Kania (Perawat di Jeddah): 0538639658
Secara faktual, operasional penyelenggaraan ibadah haji 1446 H selesai pada 11 Juli 2025 seiring kepulangan kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia yang terakhir dari Madinah ke Indonesia.
“Tahun 2025, pasca operasional haji, ada 40 jemaah yang dirawat di RSAS Arab Sudi. Enam jemaah dirawat di rumah sakit yang ada di Makkah, enam jemaah di rumah sakit yang ada di Jeddah, satu jemaah di rumah sakit Riyad, dan 27 jemaah dirawat di rumah sakit di Madinah,” jelas Jasam.
Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU), Hilman Latief, menyambut kedatangan 327 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1446 H/2025 M. Mereka telah menyelesaikan tugas di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara. Para petugas haji ini landing di Terminal 2F, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (13/7/2025) pukul 15.14 WIB.
“Alhamdulillah, pada hari Minggu sore ini, tanggal 13 Juli 2025, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI menyambut kedatangan petugas haji Indonesia untuk gelombang terakhir. Hari ini hadir 327 petugas haji Indonesia yang sudah menuntaskan mandat mereka jadi petugas haji di Madinah,” kata Hilman.
Dirjen PHU mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan para petugas dalam melayani jemaah haji selama lebih kurang 75 hari. Dia menambahkan, pada Senin ini (14/7/2025) akan datang 21 petugas yang merupakan bagian dari tim advance Kementerian Agama. “Petugas ini yang melakukan penyisiran di akhir sampai ke pengurusan administrasi,” tegas Hilman. [air]






