Mojokerto (beritajatim.com) – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mentikan 3 Kota Mojokerto kembali menjalankan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tahun ajaran baru ini dengan jumlah siswa yang masih sangat minim. Tahun 2025 ini, hanya ada sembilan siswa yang terdaftar.
Salah satu tenaga pendidik di SDN Mentikan 3, Cakasana S mengungkapkan, bahwa kondisi jumlah siswa di sekolah tersebut terus berfluktuasi setiap tahunnya. Dalam tiga tahun terakhir, selama ia mengajar di SDN Mentikan 3, jumlah peserta didik yang masuk tercatat sangat sedikit.
“Tahun pertama saya di sini ada 6 siswa, tahun kedua turun jadi 5 siswa, dan tahun ini naik jadi 9 siswa. Banyak laki-lakinya. Laki-laki 6 siswa dan perempuan 3 siswa. jelasnya, Senin (14/7/2025).
Ia menambahkan, penyebab utama minimnya jumlah siswa adalah lokasi sekolah yang dianggap tidak strategis. Meskipun jumlah siswa yang masuk kecil, proses pembelajaran tetap berjalan dengan maksimal. Para guru tetap berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang setara dengan sekolah-sekolah lain di Kota Mojokerto
“Hanya anak-anak yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah ini saja yang mendaftar. Dari luar jarang yang mau ke sini. Total keseluruhan ada 71 siswa, kelas 1, 9 siswa. Kelas 2, 6 siswa, kelas 3, 12 siswa, kelas 4, 13 siswa, kelas 5, 14 siswa dan kelas 6, 16 siswa,” jelasnya.
Pemerintah menetapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 akan berlangsung selama lima hari, lebih lama dibanding tahun sebelumnya yang hanya tiga hari. MPLS dirancang untuk membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah mereka. [tin/aje]






