Mojokerto (beritajatim.com) — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menghadirkan pendekatan unik dalam program pembinaannya dengan memanfaatkan seni tari sebagai media terapi psikologis bagi warga binaan perempuan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengisi waktu luang, tetapi menjadi salah satu metode pemulihan mental dan emosional yang menyentuh sisi kemanusiaan para narapidana.
Dipandu oleh instruktur profesional, pelatihan ini mengajarkan kombinasi gerakan tari tradisional dan modern yang disesuaikan dengan kemampuan serta minat para peserta. Setiap gerakan bukan hanya ekspresi seni, tetapi juga wadah untuk meredakan stres, memperkuat rasa percaya diri, dan membangun kembali identitas diri yang positif.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan menekankan bahwa pendekatan psikososial melalui seni merupakan bagian penting dalam strategi pembinaan modern. “Kami memahami bahwa masa pidana bukan hanya soal hukuman, tapi juga proses penyembuhan dan perbaikan diri. Seni tari bisa menjadi terapi efektif untuk mengurai emosi, menumbuhkan optimisme, dan menciptakan ruang harmoni di dalam lapas,” ungkapnya, Sabtu (12/7/2025).
Tak hanya sebagai hiburan, kegiatan tersebut membuka ruang komunikasi yang sehat di antara warga binaan dan petugas. Suasana latihan yang penuh semangat dan tawa menjadi gambaran kecil dari proses pemulihan yang sedang berlangsung. Warga binaan pun menunjukkan antusiasme luar biasa. Mereka mengaku menemukan kedamaian dan semangat baru dari setiap sesi latihan.
Selain mempelajari makna di balik gerakan tari, mereka juga merasakan adanya transformasi batin yang membantu menghadapi masa tahanan dengan lebih positif. Dengan menghadirkan pelatihan semacam ini, Lapas Kelas IIB Mojokerto menegaskan komitmennya bahwa pembinaan narapidana tidak hanya soal pelatihan kerja, tetapi juga pemulihan jiwa dan pembangunan karakter.
“Diharapkan, warga binaan yang mengikuti program ini bisa kembali ke masyarakat dengan jiwa yang lebih sehat, semangat yang baru, dan keterampilan yang bermakna,” harapnya. [tin/ian]






